SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, api melalap lahan gambut seluas kurang lebih delapan hektare di kawasan Jalan Sawit Raya, pada Rabu 28 Januari 2026 sore.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian kebakaran dari grup WhatsApp BPBD sekitar pukul 14.45 WIB. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 15.24 WIB untuk melakukan upaya pemadaman.
“Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar delapan hektare dan berada di wilayah gambut,” ujar Multazam, Rabu 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan, hingga proses penanganan dilakukan, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Kondisi lahan berupa gambut dengan ketebalan sekitar 60 hingga 80 sentimeter menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pemadaman di lapangan.
“Vegetasi di lokasi merupakan daerah gambut, sehingga api mudah merambat di bawah permukaan. Ini yang cukup menyulitkan proses pemadaman,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, BPBD Kotim mengerahkan personel lengkap bersama berbagai peralatan pendukung. Selain tim internal BPBD, pemadaman juga dibantu oleh personel dari Pondok Kerja Manggala Agni Sampit yang turut turun ke lapangan.
“Personel BPBD yang terlibat cukup banyak, ditambah tujuh personel dari Manggala Agni. Kami juga mengerahkan peralatan seperti selang, pompa, kendaraan roda dua dan roda empat, serta pesawat nirawak untuk pemantauan,” kata Multazam.
Ia menyebutkan, upaya pemadaman berlangsung hingga pukul 17.10 WIB. Namun, kondisi api belum sepenuhnya padam. Tim terpaksa kembali ke posko karena keterbatasan jarak pandang akibat kondisi gelap di lokasi kejadian.
“Pada pukul 17.10 WIB tim kembali ke posko karena kondisi sudah gelap, sementara titik api masih ada. Lokasi akan terus dimonitor untuk penanganan lanjutan,” ujarnya.
Sebagai langkah sementara, BPBD Kotim juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru. Selain itu, pihaknya mengimbau pemilik lahan agar lebih berhati-hati dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.
“Kami menghimbau kepada pemilik kebun dan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena sangat berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” tegas Multazam.
Terkait kebutuhan di lapangan, Multazam mengungkapkan bahwa saat ini BPBD Kotim masih membutuhkan dukungan logistik, khususnya bahan bakar minyak (BBM) serta unit serba guna yang mampu menjangkau dan melakukan pemadaman di wilayah gambut.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah BBM dan unit serba guna untuk pemadaman di wilayah gambut,” katanya.
Untuk langkah antisipasi ke depan, BPBD Kotim memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap siaga. Selain itu, masyarakat dan pemilik lahan juga diminta berperan aktif melakukan pemadaman dini jika menemukan potensi kebakaran, guna mencegah meluasnya api.
“Kesiapsiagaan terus kami tingkatkan, tetapi peran masyarakat juga sangat penting agar kejadian serupa bisa dicegah sejak awal,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post