SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur kembali melakukan ground check (GC) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi terkini di lokasi kebakaran yang sejak beberapa hari terakhir terpantau masih aktif.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan bahwa ground check dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, di lokasi Jalan Sawit Raya Kilometer 11.
“Laporan ground check pagi ini dilakukan di lokasi yang sama dengan kemarin. Dari hasil pemantauan, karhutla di wilayah Desa Bapanggang Raya masih terbakar,” ujarnya, Kamis 29 Januari 2026.
Ia menjelaskan, tim BPBD berangkat dari kantor BPBD Kotim pada pukul 07.50 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 08.46 WIB. Pemantauan di lapangan berlangsung hingga pukul 08.45 WIB, dengan kondisi di lokasi masih menunjukkan adanya aktivitas kebakaran meskipun api tidak tampak secara kasat mata.
“Di lapangan asap masih mengepul, api memang tidak terlihat, tetapi suara api masih terdengar. Pergerakan api terbilang perlahan, dengan kondisi udara bergerak pelan, cuaca mendung, dan suhu sedang,” jelas Multazam.
Berdasarkan hasil pemantauan, area kebakaran masih berada di lokasi yang sama seperti hari sebelumnya, dengan perkiraan luas lahan terbakar sekitar 8,5 hektare.
Jenis lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan kondisi tanah yang lunak, sehingga berpotensi menyulitkan proses pemadaman.
“Selain itu, tim BPBD juga mencatat bahwa tidak terdapat aktivitas pekerja di area kebun sekitar lokasi kebakaran. Asap tebal yang menutupi area tersebut menyebabkan sinar matahari tidak terlihat dengan jelas di lokasi kejadian,”bebernya.
Multazam menambahkan, pada hari sebelumnya BPBD Kotim belum dapat menentukan titik koordinat kebakaran secara pasti. Namun, setelah dilakukan overlay data, lokasi karhutla dipastikan berada di wilayah Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentaya Ketapang.
“Setelah dilakukan overlay, titik lokasi kebakaran baru bisa kita pastikan berada di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang,” katanya.
Melihat kondisi di lapangan, BPBD Kotim merekomendasikan agar upaya pemadaman dilakukan pada siang hari, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, pergerakan api, serta karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus.
BPBD Kotim terus memantau perkembangan situasi karhutla di wilayah tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah rawan karhutla,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post