• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Rabu, 10 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Dinkes Kotim Waspadai Diare dan ISPA di Musim Kemarau, Stok Oralit Masih Sangat Terbatas

Dinkes Kotim Waspadai Diare dan ISPA di Musim Kemarau, Stok Oralit Masih Sangat Terbatas

Jumat, 23 Januari 2026
in Kotawaringin Timur
A A
Foto:Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho.

Foto:Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mewaspadai potensi peningkatan penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring masuknya musim kemarau. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, menyebut dua penyakit tersebut paling sering muncul saat kondisi cuaca kering dan tidak stabil.

“Jadi kalau terkait dengan kemarau, biasanya ada dua penyakit yang sering berkembang, yaitu yang pertama diare, yang kedua adalah ISPA,” ujar Nugroho, Jumat 23 Januari 2026.

Baca juga berita lainnya

Antisipasi Genangan Jelang Penerbangan Perdana Super Air Jet, Bandara H Asan Perkuat Koordinasi dengan Pemkab Kotim

Belanja Pegawai 30 Persen APBD Bakal Ditinjau, Daerah Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Beban PPPK

Sempat Tertunda Karena Cuaca, Penerbangan Super Air Jet Diharapkan Perkuat Konektivitas Kotim, Seruyan dan Katingan

Dishub Kotim Minta Warga Laporkan Truk Besar yang Masih Melintas di Dalam Kota

Menurutnya, diare menjadi penyakit yang paling berisiko fatal apabila terlambat mendapatkan penanganan medis. Karena itu, ia menegaskan pentingnya peran keluarga untuk segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan.

“Untuk diare sendiri, biasanya yang paling fatal kalau terlambat untuk mendapatkan penanganan, baik itu pengobatan ataupun dari keluarganya datang ke fasilitas kesehatan. Jadi kalau untuk diare itu memang harus 1 kali 24 jam ketika diare harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

Berdasarkan data pemantauan Dinkes Kotim, perbandingan kasus diare pada minggu pertama dan minggu kedua tahun 2025 dan 2026 masih relatif sama dan belum menunjukkan peningkatan signifikan. Namun, kondisi berbeda terlihat pada ISPA.

“Kalau untuk ISPA ada di minggu pertama peningkatan yang signifikan mungkin karena pengaruh cuaca yang tidak stabil atau ada hal-hal lain, karena ISPA ini kan banyak penyebabnya. Tapi insya Allah dalam kondisi yang terkendali,” jelas Nugroho.

Ia merinci, pada minggu pertama tahun 2026 tercatat 96 kasus diare, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang berjumlah 69 kasus. Pada minggu kedua, jumlah kasus diare tercatat sama.

Sementara untuk ISPA, pada minggu pertama tahun 2025 terdapat 379 kasus, sedangkan tahun 2026 sebanyak 323 kasus. Namun pada minggu kedua terjadi lonjakan, dari 438 kasus di tahun 2025 menjadi 628 kasus di minggu kedua tahun 2026.

“Kemudian ada peningkatan, tapi sementara ini masih dalam tahap terkendali,” ujarnya.

Untuk akumulasi kasus diare sepanjang Januari 2026 hingga minggu kedua, Nugroho menyebut jumlahnya mencapai sekitar 229 kasus. Ia menambahkan, peningkatan kasus mulai terlihat sejak minggu pertama hingga minggu kedua.

“Diare meningkatnya minggu pertama, minggu pertama minggu kedua meningkat. Tapi kalau melihat kondisi tahun 2024–2025 itu minggu ketiga menurun,” katanya.

Dalam catatan Dinkes, satu kasus kematian akibat diare terjadi di wilayah Mentaya Hulu yang disebabkan oleh keterlambatan penanganan. Terkait tren tahunan, Nugroho menjelaskan bahwa peningkatan di awal tahun merupakan pola yang kerap terjadi.

“Ada peningkatan yang cukup signifikan, tapi itu kan kelanjutan dari tahun 2025. Biasanya di awal-awal tahun memang ada, jadi grafik itu kan dia akan naik, tapi nanti akan menurun-menurun. Insya Allah,” tuturnya.

Menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dinkes Kotim telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya adalah penyediaan masker yang sebenarnya telah dipersiapkan sejak tahun 2023.

“Yang pertama untuk persediaan masker, itu sudah dipersiapkan dan itu sebenarnya sudah kami persiapkan dari tahun 2023 ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan. Tapi Alhamdulillah tahun 2023 setelah pengadaan itu kondisi mereda dan aman sehingga masker itu kami siapkan untuk tahun ini,” ungkap Nugroho.

Untuk masker anak, Dinkes Kotim memiliki 39 dus, dengan rincian satu dus berisi 20 box dan satu box berisi 50 lembar masker. Dari jumlah tersebut, 12 dus telah didistribusikan ke 11 puskesmas, sehingga masih tersisa 27 dus di gudang Dinkes.

Sementara masker dewasa tersedia 43 dus, dengan isi satu dus sebanyak 40 box. Sebanyak 13 dus telah didistribusikan, dan 30 dus masih disimpan sebagai stok antisipasi karhutla.

Selain masker, ketersediaan obat-obatan di puskesmas dinyatakan cukup, termasuk obat ISPA, obat diare, serta infus. Namun, kendala utama saat ini adalah keterbatasan stok oralit.

“Hanya kita yang terbatas sekarang adalah oralit. Karena ini merupakan program dari pemerintah untuk penanganan diare ini, jadi kami mendapatkan oralit ini dari Kementerian Kesehatan yang didistribusikan oleh Dinkes Provinsi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa stok oralit di Dinkes Provinsi sejak Desember lalu kosong. Pemenuhan oralit harus melalui pengusulan ke tingkat provinsi, dan Kotim telah mengajukan permintaan tersebut.

“Stok oralit di gudang Dinkes saat ini ada 800 saset. Di puskesmas masih ada tapi tidak merata. Kebutuhan itu tergantung, kalau persediaan air bersih untuk masyarakat itu cukup, insya Allah tidak terjadi diare. Tapi kalau kondisi air bersih kurang, itu yang biasa potensi penularan diare. Jadi 800 menurut Dinkes masih kurang, sangat kurang,” katanya.

Nugroho juga menegaskan bahwa pembuatan oralit secara mandiri oleh masyarakat tidak dianjurkan.

“Membuat oralit sendiri untuk saat ini tidak dianjurkan karena seringkali masyarakat salah dalam membuat takarannya. Jadi lebih aman untuk menggunakan oralit,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan penyakit selama musim kemarau.

“Kami cuma mengharapkan dari masyarakat agar berpartisipasi. Yang pertama terkait dengan kita menghadapi siklon tropis yang salah satunya berdampak pada kebakaran hutan dan lahan. Jadi untuk antisipasi di bidang kesehatan, jangan membakar hutan dan lahan,” imbaunya.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Jangan sampai kebutuhan air bersih itu yang mesti bisa untuk minum, untuk masak itu kurang. Sehingga untuk mencuci peralatan makan minum itu kurang, sehingga nanti akan berdampak pada diare,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan serta menghindari kebiasaan menggosok hidung saat tangan kotor.

“Sehingga itu bisa berdampak untuk infeksi saluran pernafasan,” pungkas Nugroho.

(dia/matakalteng)

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Satsamapta Polresta Palangka Raya Kawal Distribusi Program MBG ke Sekolah

Next Post

BKPSDM Kotim Petakan Arah Karier ASN Lewat Umpan Balik Profiling, Fokus Kembangkan Potensi Individu

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Antisipasi Genangan Jelang Penerbangan Perdana Super Air Jet, Bandara H Asan Perkuat Koordinasi dengan Pemkab Kotim

Selasa, 9 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Belanja Pegawai 30 Persen APBD Bakal Ditinjau, Daerah Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Beban PPPK

Selasa, 9 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Sempat Tertunda Karena Cuaca, Penerbangan Super Air Jet Diharapkan Perkuat Konektivitas Kotim, Seruyan dan Katingan

Selasa, 9 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Dishub Kotim Minta Warga Laporkan Truk Besar yang Masih Melintas di Dalam Kota

Selasa, 9 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Penantian 21 Tahun Menuju Kepastian, Pemkab Kotim Siapkan Hibah Lahan untuk Hindu Kaharingan

Selasa, 9 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Drainase Ujung Bandara H Asan Jadi Perhatian, Bupati Ingin Runway Bebas Genangan

Selasa, 9 Juni 2026
Load More
Next Post

BKPSDM Kotim Petakan Arah Karier ASN Lewat Umpan Balik Profiling, Fokus Kembangkan Potensi Individu

Kualitas Infrastruktur Jalan Kotim Meningkat di 2025, Jalan Aspal dan Beton Bertambah Signifikan

Dongkrak Infrastruktur Pengairan, Dinas SDABMBKPRKP Kotim Perbaiki Saluran Irigasi di Sejumlah Kecamatan

Perkuat Infrastruktur 2026, Rp80 Miliar Dialokasikan untuk Jalan dan Jembatan Termasuk Jembatan Patah

Bangun Rumah Sendiri di Kotim? Dinas Tekankan PBG Wajib Diurus dan Ini Konsekuensinya

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK