SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memacu peningkatan kualitas infrastruktur sumber daya air demi mendukung produktivitas lahan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP), pemerintah daerah menargetkan peningkatan signifikan pada kondisi saluran irigasi primer dan sekunder hingga tahun 2025.
“Fokus utama program tahun ini adalah melakukan rehabilitasi besar-besaran terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan. Berdasarkan capaian Bidang Sumber Daya Air tahun 2022–2025, terlihat tren positif pada kualitas saluran primer di wilayah Kotim,”kata Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, Jumat 23 Januari 2026.
Mentana menjelaskan bahwa pada tahun 2024, panjang saluran primer dalam kondisi baik tercatat sebesar 678,21 Km. Angka ini diproyeksikan melonjak tajam pada tahun 2025 melalui berbagai program pembangunan dan rehabilitasi.
“Kami menargetkan kenaikan sebesar 91,962 Km, sehingga pada akhir 2025 total saluran primer dalam kondisi baik mencapai 770,17 Km. Pekerjaan ini tersebar secara masif di delapan kecamatan,” ujar Mentana.
Beberapa wilayah utama yang menjadi sasaran program ini meliputi Kecamatan Baamang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kecamatan Kota Besi, Kecamatan Cempaga, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit.
Berdasarkan data teknis yang dirilis, rincian target kondisi infrastruktur pengairan pada tahun 2025 yaitu, Saluran Primer (Total 1099,74 Km) meliputi Kondisi Baik: 770,17 Km, Rusak Ringan: 229,09 Km, Rusak Berat: 100,49 Km.
Sedangkan Saluran Sekunder (Total 1164,84 Km) meliputi, Kondisi Baik: 657,59 Km, Rusak Ringan: 250,64 Km, Rusak Berat: 273,72 Km.
Selain perbaikan saluran, Dinas SDABMBKPRKP juga fokus pada pengaturan debit air dengan menambah unit pintu air.
“Untuk tahun ini, ada penambahan satu unit Pintu Air baru di lokasi Sei Sugih II, Kecamatan Kota Besi. Ini sangat krusial untuk mengatur irigasi di wilayah tersebut agar lahan pertanian warga tidak terendam saat musim hujan dan tetap teraliri saat kemarau,” tambah Mentana.
Beberapa proyek strategis yang sedang berjalan di lapangan di antaranya adalah rehabilitasi jaringan irigasi saluran Simpang Pinang di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, serta rehabilitasi saluran Sei Kuda Marleh dan Saluran Primer Bapanggang di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kotawaringin Timur, mengingat infrastruktur air yang mumpuni adalah kunci utama dalam mendukung sektor pertanian dan pemukiman yang sehat.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post