SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat peningkatan kualitas infrastruktur jalan sepanjang tahun anggaran 2025. Meski total panjang jaringan jalan kabupaten tetap sebesar 2.024,06 kilometer, perbaikan kondisi jalan terus dilakukan melalui peningkatan dan pemeliharaan di berbagai ruas.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil nyata dari program peningkatan kualitas permukaan jalan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Secara total panjang jalan memang tidak berubah, tetapi kualitasnya meningkat. Ini terlihat dari bertambahnya ruas jalan dengan kondisi baik serta berkurangnya jalan rusak dan rusak berat,” ujarnya, Jumat 23 Januari 2026.
Berdasarkan data Bidang Bina Marga, panjang jalan beraspal pada tahun 2025 meningkat dari 592,67 kilometer pada 2024 menjadi 612,67 kilometer.
Kondisi jalan beraspal yang masuk kategori baik juga bertambah, dari 412,83 kilometer menjadi 442,83 kilometer. Sementara itu, jalan beraspal dengan kondisi rusak berat menurun dari 64,64 kilometer menjadi 54,64 kilometer.
“Peningkatan jalan beraspal ini menjadi salah satu fokus utama karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi,” jelas Mentana.
Selain jalan beraspal, peningkatan juga terjadi pada jalan dengan perkerasan beton. Pada 2024, total panjang jalan beton tercatat 387,72 kilometer, dan meningkat menjadi 392,72 kilometer pada 2025.
Kondisi jalan beton yang masuk kategori baik naik dari 176,26 kilometer menjadi 191,26 kilometer, sementara kondisi rusak berat turun dari 41,26 kilometer menjadi 31,26 kilometer.
Menurut Mentana, perkerasan beton menjadi pilihan di sejumlah ruas strategis karena daya tahannya lebih baik terhadap beban berat dan kondisi lingkungan tertentu.
“Peningkatan kualitas jalan beton ini menunjukkan bahwa upaya pemeliharaan dan peningkatan struktur jalan berjalan sesuai rencana,” katanya.
Sementara itu, panjang jalan agregat atau tanah mengalami penurunan dari 1.043,67 kilometer pada 2024 menjadi 1.018,67 kilometer pada 2025. Penurunan ini sejalan dengan bertambahnya ruas jalan agregat yang ditingkatkan menjadi permukaan aspal maupun beton. Pada saat yang sama, kondisi jalan agregat yang rusak dan rusak berat juga berkurang.
“Berkurangnya jalan agregat menandakan adanya pergeseran kualitas jalan ke permukaan yang lebih baik. Ini adalah indikator positif dari pembangunan infrastruktur jalan di Kotim,” ungkap Mentana.
Dari sisi kondisi keseluruhan jaringan jalan kabupaten, data menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Jalan dengan kondisi baik meningkat dari 589,09 kilometer pada 2024 menjadi 634,09 kilometer pada 2025.
Kondisi sedang juga naik dari 336,50 kilometer menjadi 350,23 kilometer. Sebaliknya, jalan rusak menurun dari 872,22 kilometer menjadi 836,22 kilometer, dan jalan rusak berat turun dari 226,25 kilometer menjadi 203,52 kilometer.
Mentana menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran serta melaksanakan program peningkatan dan pemeliharaan jalan secara merata.
“Capaian tahun 2025 ini menunjukkan hasil dari kegiatan peningkatan dan pemeliharaan jalan yang dilaksanakan oleh OPD. Ini menjadi dasar bagi kami untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur yang lebih berkualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan dan rekonstruksi jalan juga diarahkan untuk mendukung konektivitas antarwilayah, termasuk akses ke kawasan permukiman, sentra produksi, dan pelayanan publik.
Salah satu contoh realisasi di lapangan adalah rekonstruksi Jalan Nusantara di Desa Bapeang yang telah memberikan dampak positif bagi aktivitas masyarakat setempat.
Ke depan, Pemkab Kotim melalui Dinas SDABMBKPRKP akan terus mendorong peningkatan kualitas jalan kabupaten agar proporsi jalan dengan kondisi baik semakin besar.
“Harapan kami, kualitas infrastruktur jalan yang terus meningkat ini dapat menunjang pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Mentana.
(dia/matakalteng)


