SAMPIT – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur, Mentana Dhinar Tistama, mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp80.327.902.524,00 khusus untuk Bidang Bina Marga guna memperkuat infrastruktur daerah.
“Anggaran yang cukup besar tersebut rencananya akan direalisasikan melalui 180 paket kegiatan yang mencakup berbagai sektor mulai dari jalan hingga jembatan,”ujarnya, Jumat 23 Januari 2026
Mentana menjelaskan bahwa salah satu fokus utama adalah rekonstruksi jalan yang menyerap dana sebesar Rp33.036.698.524,00 untuk 70 paket pekerjaan di berbagai titik wilayah.
Terkait keluhan masyarakat mengenai kondisi jembatan di Jalan Kapten Mulyono, Mentana memberikan pernyataan khusus bahwa jembatan tersebut merupakan konstruksi tua yang memerlukan penanganan sangat hati-hati.
“Untuk jembatan patah di Jalan Kapten Mulyono yang sekarang rusak, kami sudah siapkan untuk FS-nya (studi kelayakan) dan sementara kami sudah siapkan untuk perbaikan sementara,” ujarnya.
Hal ini dilakukan karena pihak dinas mengalami kendala teknis akibat data lama struktur pondasi asli jembatan tersebut belum ditemukan, sehingga diperlukan analisis mendalam untuk merancang perbaikan permanen yang kokoh.
Selain itu, Mentana menambahkan bahwa perbaikan sementara tersebut diproyeksikan mampu menjaga fungsionalitas jembatan dalam jangka pendek.
“Mudah-mudahan bisa bertahan dalam waktu satu tahun dan mudah-mudahan pada tahun berikutnya bisa kita laksanakan pembangunan karena jujur jembatan itu konstruksi tua dan kami belum menemukan berkasnya bagaimana struktur pondasinya dulu,” tuturnya.
Sembari menunggu pembangunan total, dinas juga mengalokasikan Rp7.675.000.000,00 untuk 23 paket pembangunan jembatan lainnya secara umum di wilayah Kotim.
Di sisi lain, sektor drainase juga menjadi perhatian serius dengan pagu anggaran mencapai Rp11.870.000.000,00 untuk 25 paket pembangunan sistem drainase lingkungan guna mencegah genangan di pemukiman.
Mentana menekankan bahwa pihaknya juga terus melakukan rehabilitasi jalan dengan anggaran Rp24.369.000.000,00 yang mencakup 57 paket kegiatan guna memastikan akses transportasi masyarakat tetap terjaga.
“Seluruh program ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan pemeliharaan berkala jalan senilai Rp2.377.204.000,00 serta pengawasan teknis yang ketat di lapangan agar kualitas bangunan sesuai dengan standar yang diharapkan,”tegasnya.
Dinas SDABMBKPRKP juga tidak melupakan aspek teknis dengan menyiapkan satu paket kegiatan survei kondisi jalan dan jembatan senilai Rp850.000.000,00 guna pemetaan data yang lebih akurat di masa mendatang.
Langkah komprehensif ini, menurut Mentana, merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan infrastruktur publik secara cepat meskipun terdapat kendala teknis pada aset-aset peninggalan lama.
“Pondasi dulu itu sangat diperlukan untuk merancang perbaikan ke depan,” pungkasnya menegaskan pentingnya akurasi data dalam proses rehabilitasi jembatan Kapten Mulyono yang menjadi prioritas warga saat ini.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post