SAMPIT – Upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam membangun aparatur yang profesional dan berdaya saing mulai memasuki tahap lanjutan. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim secara bertahap menyampaikan hasil asesmen profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah dilaksanakan pada November 2025 lalu.
Penyampaian hasil asesmen tersebut dimulai pada Kamis, 22 Januari 2026, melalui pertemuan daring. Tahapan ini menjadi momen penting bagi ASN untuk memahami secara lebih mendalam potensi, kompetensi, serta arah pengembangan karier masing-masing.
Kepala BKPSDM Kotim, Kamaruddin, mengatakan penyampaian hasil profiling tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sebagai bentuk umpan balik langsung kepada ASN yang telah mengikuti tes.
“Ini merupakan feedback dari tim asesor kami. Peserta yang sudah mengikuti tes kemarin kita undang kembali, memang belum sekaligus karena jumlahnya cukup banyak, jadi dilakukan secara bertahap,” ujarnya, Jumat 23 Januari 2026.
Ia menjelaskan, dalam sesi penyampaian tersebut setiap peserta mendapatkan gambaran menyeluruh terkait hasil asesmen yang telah dijalani. Mulai dari pemetaan potensi individu, kompetensi utama yang dimiliki, hingga kecenderungan bidang pengembangan yang disarankan.
“Dijelaskan bagaimana hasil tes profiling ASN itu, kemudian dari situ juga disampaikan pengembangan kompetensi dalam bidang apa yang perlu diperkuat,” jelas Kamaruddin.
Menurutnya, pemahaman terhadap hasil asesmen menjadi penting agar ASN mengetahui posisi kompetensinya saat ini dan dapat mempersiapkan diri untuk pengembangan ke depan.
“Dari hasil ini kita ingin mendapatkan masukan untuk pengembangan kompetensi ASN ke depan,” ungkapnya.
Sebelumnya, kegiatan profiling ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim telah diikuti oleh 485 ASN dari berbagai perangkat daerah. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, yakni pada 24–28 November 2025, dan difasilitasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VIII Banjarbaru sebagai bagian dari penerapan manajemen talenta berbasis sistem merit.
Kamaruddin menyebut, proses profiling dilakukan secara terstruktur dan efektif dengan pembagian dua sesi setiap hari.
“Total pesertanya ada 485 ASN. Pelaksanaannya dibagi dua sesi setiap hari, satu sesi sekitar 50 orang agar prosesnya berjalan efektif,” katanya.
Peserta profiling berasal dari pejabat administrator, pejabat pengawas, serta sejumlah pejabat fungsional dengan jenjang tertentu. ASN yang masih memiliki rentang masa kerja panjang diprioritaskan agar data kompetensi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk perencanaan jangka panjang.
Ia menambahkan, mekanisme tes profiling mengacu pada standar yang ditetapkan BKN. Secara umum bentuk tes memiliki kemiripan dengan seleksi CPNS, namun dirancang khusus untuk mengukur kompetensi ASN yang telah menduduki jabatan.
Seluruh hasil asesmen tersebut secara otomatis terintegrasi ke dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA). Melalui sistem ini, setiap ASN memiliki profil kompetensi digital yang dapat dijadikan rujukan oleh pimpinan daerah dalam proses rotasi, mutasi, promosi, maupun pengembangan karier.
“Data kompetensi ini menjadi unsur penting dalam manajemen talenta. Jadi bukan hanya soal jabatan, tetapi juga potensi dan kemampuan yang dimiliki ASN,” jelasnya.
Dengan adanya data yang terukur dan objektif, BKPSDM berharap penataan ASN di lingkungan Pemkab Kotim dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
“Keputusan tetap berada di tangan pimpinan daerah, tetapi data ini menjadi rujukan penting agar penataan ASN lebih objektif dan berbasis kompetensi,” tandas Kamaruddin.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post