SAMPIT – Banjir di wilayah Kecamatan Tualan Hulu kembali meningkat cepat, menggenangi Desa Tumbang Mujam hingga mencapai infrastruktur kelistrikan. Kondisi ini membuat PLN terpaksa melepas Gardu TMJ-0047 pada penyulang PGN04 demi keamanan, yang berdampak pada matinya aliran listrik di wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, menegaskan bahwa pihaknya kini mempertimbangkan penetapan status siaga bencana melihat banjir yang terus meluas dan semakin tinggi. “Sangat dimungkinkan untuk menetapkan status siaga melihat kondisi banjir yang terus meluas dan makin tinggi. Akan kami lakukan kaji cepat untuk perluasan kejadian,” jelas Multazam, Sabtu 6 Desember 2025.
Menurut laporan ULPT Parenggean dan KP Sangai, air telah mencapai kabel puding gardu sekitar pukul 16.23 WIB, memaksa petugas melepas gardu untuk mencegah risiko korsleting, kebakaran, ataupun bahaya listrik bagi warga. BPBD menilai keputusan tersebut penting sebagai bentuk mitigasi di tengah kenaikan debit air yang terjadi secara cepat.
Multazam mengungkapkan bahwa tim BPBD terus melakukan pemantauan lapangan, termasuk memastikan keamanan akses warga yang mulai terhambat banjir. “Koordinasi intensif dilakukan bersama PLN, camat, perangkat desa, dan relawan setempat untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,”tegasnya.
Dia menambahkan, kenaikan air di wilayah hulu sangat berpotensi memengaruhi desa lain di sekitarnya. Oleh karena itu BPBD mempercepat kaji cepat dan memetakan titik-titik rawan banjir lanjutan, termasuk kesiapan jalur evakuasi apabila kondisi memburuk.
Petugas di lapangan saat ini masih menggunakan perahu untuk menyisir permukiman yang sulit dijangkau kendaraan darat. Warga diminta tetap waspada dan segera melaporkan perkembangan jika air mulai memasuki rumah atau terjadi kondisi darurat.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami bekerja maksimal dan mohon kerja sama masyarakat untuk memberikan informasi terbaru agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Multazam. Dengan curah hujan yang masih tinggi, BPBD mengingatkan bahwa potensi kenaikan air dapat terjadi sewaktu-waktu. Penetapan status siaga akan diumumkan segera setelah kaji cepat selesai dan hasilnya terverifikasi.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post