SAMPIT – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menekankan percepatan pengisian aplikasi konvergensi penurunan stunting oleh kecamatan, puskesmas, dan PLKB.
Langkah ini dilakukan menyusul adanya aplikasi baru dari Pemerintah Provinsi yang kini mewajibkan input data tidak hanya di level kabupaten, tetapi juga hingga kecamatan dan puskesmas.
“Kegiatan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari surat pemerintah provinsi melalui Pak Sekda, terkait aplikasi baru konvergensi penurunan stunting. Selama ini aplikasi hanya di tingkat kabupaten, tetapi ternyata harus diisi juga oleh kecamatan, puskesmas, dan PLKB,” jelas Kepala Bapperida Kotim, Alang Arianto, Selasa 18 November 2025.
Ia menegaskan bahwa rendahnya capaian pengisian aplikasi menjadi perhatian serius.
“Capaian kita baru 30,81 persen dari target 100 persen. Waktunya tinggal sekitar sebulan untuk penyelesaian 2025 ini. Makanya hari ini kita tekankan teman-teman kecamatan agar menginput minimal dua sampai tiga program prioritas terkait penanganan stunting,” tegasnya.
Menurut Alang, hasil simulasi narasumber menunjukkan bahwa apabila seluruh unsur menginput secara optimal, capaian bisa meningkat signifikan.
“Dari 30 persen bisa disimulasikan naik menjadi 35 bahkan 40 persen. Karena stunting ini program prioritas daerah, harus kita pantau betul,” tambahnya.
Terkait angka stunting, Alang menyebutkan bahwa pada 2024 Kotim berada di angka 22 persen. Ia optimistis tahun 2025 bisa kembali mengalami penurunan apabila data real di lapangan diinput secara benar dan tepat waktu.
“Kalau melihat data existing, Insya Allah bisa turun lagi, mungkin sampai 18 persen atau lebih bagus lagi. Kuncinya koordinasi kecamatan sebagai koordinator, dan OPD mendukung melalui program yang berhubungan langsung dengan penanganan stunting,” ujarnya.
Meski belum membuka data terbaru secara detail, Alang menyampaikan bahwa tren penurunan sebelumnya membuktikan Kotim mampu mencapai progres signifikan ketika tata kelola data berjalan baik.
“Kemarin kita juga sempat tinggi, tapi akhirnya bisa turun ke 22 persen. Arti exnya.
ow.jnenting,”ta %Bng,”ta %ng,�ateg,”taBng,”ta %ng,�ateg,�news_inlinanlptimis-angka-menurun&text=Barnel_Mmenurun&text=B-angkaw.matakalteng.com/assets/storage/2024/04/2kpbelumnya me(dia/class="alig)class="jeg_posttim-minta-wagslass="jeg_square_inner">

