SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi milik Polres Kotim, yang berlokasi di Jalan Wengga Metropolitan, Senin 7 Juli 2025.
Ia menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan Polres sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah sangat menyambut baik peletakan batu pertama pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dari Polres Kotim ini. Ini tentu menjadi bentuk peningkatan pelayanan dari kepolisian, sekaligus bentuk perhatian kepada masyarakat,” ucap Irawati usai kegiatan, Senin 7 Juli 2025.
Ia menjelaskan, dapur pelayanan gizi tersebut tidak hanya akan melayani anak-anak sekolah, tetapi juga para lansia dan ibu hamil di sekitar wilayah tersebut. Menurutnya, hal itu selaras dengan misi pemerintah daerah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan taraf kesehatan warga.
“Kalau tadi dari perbincangan saya dengan Kapolres, dapur ini akan melayani 20 sekolah, mulai dari TK, SMP, hingga SMA. Selain itu juga akan melayani para lansia dan ibu hamil dari masyarakat sekitar. Jadi manfaatnya sangat luas,” ungkapnya.
Pembangunan dapur ini didanai oleh anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN). Namun Irawati menegaskan, Pemkab Kotim siap memberikan dukungan tambahan apabila dibutuhkan selama proses pembangunan maupun operasional nantinya.
“Memang anggarannya dari BGN, tapi kalau nanti ada kebutuhan lain yang diperlukan Kapolres, tentu pemerintah daerah siap mensupport sepenuhnya,” tegasnya.
Irawati berharap, kehadiran fasilitas ini nantinya bisa berdampak langsung terhadap penurunan gizi buruk dan peningkatan kesehatan masyarakat Kotim secara umum.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Irfansyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digagas oleh Polres Kotim.
Fasilitas yang berlokasi di Jalan Wengga Metropolitan, Kecamatan Baamang, itu disebutnya akan memberikan manfaat nyata bagi para siswa di daerah tersebut.
“Saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kotim tentu sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kapolres yang sudah memprakarsai pendirian dapur gizi ini. Penerima manfaatnya langsung adalah anak-anak sekolah kita, jadi ini sangat membantu,” ujar Irfansyah usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan.
Ia menjelaskan, selama ini pemenuhan gizi anak sekolah masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan daya konsentrasi belajar siswa.
Dengan adanya SPPG, harapannya akan semakin banyak anak-anak sekolah yang mendapatkan makanan bergizi secara gratis dan berkala.
“Satu titik ini saja sudah akan melayani cukup banyak sekolah, khususnya yang berada di Kecamatan Baamang. Artinya, kontribusi Polres Kotim melalui program ini benar-benar langsung dirasakan oleh dunia pendidikan,” tambahnya.
Irfansyah menyebut, dapur gizi tersebut akan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi bagi siswa mulai dari jenjang TK hingga SMA. Program ini juga dinilai selaras dengan kebijakan nasional terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.
“Kami menyambut dengan antusias, karena banyak sekolah yang akan dilayani dari satu dapur ini. Dan saya lihat sendiri tadi, lokasinya strategis serta sangat memungkinkan dikembangkan ke depannya,” ucapnya.
Ia pun berharap agar program serupa dapat diperluas di titik-titik lain di wilayah Kotim, mengingat kebutuhan pemenuhan gizi seimbang tidak hanya dirasakan di perkotaan, tetapi juga di wilayah pelosok.
“Kami tentu sangat berharap, program seperti ini bisa berkembang di kecamatan lain juga. Kami siap bersinergi untuk data sekolah dan distribusi penerima manfaat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)


