SAMPIT – Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Baamang dan Seranau, melaksanakan kegiatan reses untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Dalam penyampaian hasil reses, Anggota DPRD Kotim Marudin ditunjuk sebagai juru bicara mewakili delapan legislator Dapil II lainnya.
Adapun anggota Dapil II yang mengikuti kegiatan reses yakni Dra. Rinie, H. Abdul Kadir, H. Rambat, Dadang Siswanto, Marudin, Syahbana, Paliansyah, dan Ariyandi. Mereka menggelar pertemuan dan turun langsung ke lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terserap.
“Reses ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi sarana menyuarakan kebutuhan nyata masyarakat di Baamang dan Seranau. Ratusan aspirasi kami catat untuk diperjuangkan dalam pembahasan pembangunan ke depan,” ujar Marudin, Senin 7 Juli 2025.
Dari Kecamatan Baamang, masyarakat mengusulkan sejumlah perbaikan infrastruktur penting, mulai dari peningkatan dan pengaspalan jalan perumahan, normalisasi drainase, hingga pembangunan jembatan penghubung antar-kelurahan.
Termasuk pengadaan sarana pendukung sekolah seperti komputer, printer, kursi, dan penutupan depo sampah yang berada di sekitar lingkungan pendidikan.
Tak kalah penting, warga juga mengusulkan penyediaan lampu penerangan jalan umum (PJU), pengadaan gerobak untuk UMKM, penguatan fasilitas kesehatan seperti penyelesaian pustu, serta renovasi tempat ibadah. Penguatan program kelompok tani juga masuk dalam usulan prioritas.
“Total ada lebih dari 50 titik usulan dari wilayah Baamang saja, ini menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat masih sangat tinggi. Kami minta pemerintah daerah menindaklanjuti dengan serius,” tegasnya.
Sementara dari Kecamatan Seranau, masyarakat menyoroti kebutuhan akan normalisasi sungai yang berdampak langsung pada lingkungan dan banjir. Beberapa titik yang diusulkan mencakup Sungai Alay, Sungai Masjid An-Nash, hingga anak Sungai Mentaya.
Usulan lainnya meliputi peningkatan jalan desa dan pemasangan PJU di Desa Terantang Hilir serta Kelurahan Mentaya Seberang.
“Fokus utama di Seranau adalah pada persoalan lingkungan, jalan desa, dan kebutuhan dasar masyarakat. Jika ini diperhatikan, maka dampaknya akan sangat besar terhadap kesejahteraan warga,” ujar Marudin.
Melalui forum reses ini, legislator Dapil II berharap agar seluruh aspirasi yang dihimpun tidak berhenti dalam bentuk laporan semata. Mereka mendesak agar hasil reses menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kotim.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan reses. Semoga sinergi antara legislatif dan eksekutif terus terjalin agar pengabdian kita kepada masyarakat dapat berjalan maksimal,” kata Marudin.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post