SAMPIT – Pelaksanaan program makan bergizi gratis di kabupaten Kotawaringin Timur yang sebelumnya telah direncanakan akan mulai dilaksanakan pada 3 Februari 2025 kini diundur menjadi tanggal 17 Februari 2025.
Hal itu disampaikan oleh Camat Mentawa Baru Ketapang Irfansyah yang mana wilayahnya akan menjadi sasaran program ini pada tahap awal.
“Disampaikan oleh vendor dapur umum bahwa penundaan ini sesuai dengan arahan pimpinan badan gizi nasional proses pembuatan virtual account pembayaran bagi sekitar 200 sentra penyedia pangan gigi (SPPG) untuk yang sudah berjalan maupun yang akan beroperasi,”ujarnya, Senin 3 Februari 2025.
Dijelaskannya dalam penginputan data untuk pembuatan virtual account tersebut memerlukan waktu tambahan sehingga pelaksanaan program harus ditunda termasuk di Kabupaten Kotim.
“Sebelumnya pelaksanaan program akan terjadi tradisi ini sempat direncanakan pada 20 Januari 2025 yang kemudian diundur menjadi 3 Februari 2025 dengan alasan harus melakukan pembenahan dapur umum terlebih dahulu, sekarang kembali dulu lantaran proses penginputan data,”bebernya.
Adapun sekolah yang menjadi sasaran untuk program ini pada tahap awal yaitu TK Pertiwi 1 Sampit dengan 15 peserta didik, TK Negeri Pembina Sampit dengan 65 peserta didik, TK Muslimat NU dengan 59 peserta didik, SD Negeri 1 Mentawa Baru Hulu dengan 155 peserta didik.
Kemudian SD Negeri 4 Mentawa Baru Hulu dengan 342 peserta didik, SD Negeri 12 Mentawa Baru Hulu dengan 79 peserta didik, SMP Muhammadiyah Sampit dengan 28 peserta didik dan SMK Negeri 4 Sampit dengan 558 peserta didik.
Selanjutnya KB Nurul Iman dengan 42 peserta didik, SD Negeri 2 Mentawa Baru Hilir dengan 393 peserta didik, SD Muhammadiyah Sampit dengan 254 peserta didik, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Sampit dengan 53 peserta didik, MIS Nurul Ummah dengan 144 peserta didik, MTS Nurul Ummah dengan 65 peserta didik, MA Nurul Ummah dengan 25 peserta didik.
RA Islamiyah dengan 65 peserta didik, SD Negeri 1 Sawahan dengan 234 peserta didik, SD Negeri 3 Sawahan dengan 120 peserta didik dan terakhir pondok pesantren Nurul Jannah dengan 166 peserta didik.
“Adapun total sasaran peserta didik dari 19 sekolah ini sebanyak 3.042 peserta didik,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post