SAMPIT – DPRD kabupaten Kotawaringin Timur menyoroti maraknya kasus asusila di kalangan anak muda bahkan melibatkan pelajar, tenaga pendidik, hingga aparatur sipil negara (ASN) dari lingkup Pemerintah Kabupaten Kotim.
“Fenomena ini harus menjadi perhatian kita bersama baik itu pemerintah daerah orang tua maupun institusi pendidikan agar semua berperan aktif untuk mencegah pergaulan bebas, terutama di kalangan pelajar,”kata Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Senin 3 Februari 2025.
Menurutnya, semua pihak memiliki peran penting dalam memberikan edukasi yang lebih baik mengenai moral serta etika kepada generasi muda untuk menghindari hal-hal negatif atau menyimpang dari norma sosial.
“Perlu adanya langkah konkret misalnya melalui pendidikan karakter yang ditekankan di setiap satuan pendidikan serta melalui pengawasan yang lebih ketat di lingkungan masyarakat,”tegasnya.
Menurutnya di masa generasi muda memang kerap kali mencari jati diri melalui tindakan yang mencoba-coba namun mereka tidak menyadari tindakan tersebut kurang tepat sehingga bisa menjerumuskan mereka dan menghancurkan masa depannya.
“Sehingga diperlukan pendekatan menyeluruh untuk mengalihkan mereka dari aktivitas negatif menuju hal yang lebih positif. Hal ini perlu ditanggapi serius agar tidak memberikan dampak yang lebih luas, sehingga kita mampu menyiapkan generasi emas 2045 mendatang,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post