SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Kotawaringin Timur meminta agar petugas kebersihan di daerah ini diberikan insentif lantaran petugas yang bekerja di lapangan kerap kali lembur akibat mengangkut sampah yang melebihi kapasitas kemampuan armada saat ini.
“Sekarang kita memiliki 77 petugas lapangan yang ditempatkan di 8 Depo sampah yang tersebar di Kota Sampit terdiri dari dua kecamatan yaitu Baamang dan MB Ketapang serta 55 petugas penyapu jalan. Yang kita targetkan bekerja dari jam 06.00 WIB sampai 09.00 WIB namun. Biasanya karena banyaknya sampah yang menumpuk mereka harus bekerja melebihi waktu tersebut bahkan sampai jam 10.00 WIB,”kata Kepala DLH Kotim Marjuki, Senin 3 Februari 2025.
Hal itu disampaikannya usai melakukan penyerahan SK tenaga kontrak dan PPPK di lingkuh DLH Kotim.
Sehingga menurutnya, dalam pengelolaan sampah tidak bisa hanya di titik beratkan pada dinas teknis saja namun harus mendapatkan dukungan yang kuat dari berbagai pihak baik itu dalam kebutuhan SDM maupun sarana dan prasarana penunjang lainnya.
“Ke depan kita akan mengajukan lagi penambahan SDM yang bertugas di lapangan serta sarana prasarana pengangkutan karena jika kita hitung pada jumlah timbunan sampah setiap harinya untuk dua kecamatan di kota ini saja sekitar 140 ton per hari sedangkan armada kita saat ini hanya mampu mengangkut maksimal sekitar 83 ton per hari. Yang artinya masih banyak sampah belum terangkut dan biasanya membuat petugas lapangan harus bekerja melebihi batas waktu,”tegasnya.
Menurutnya, terkait persoalan ini pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dan mengusulkan anggaran untuk mengelola sampah serta penambahan SDM yang juga harus menjadi perhatian, lantaran petugas lapangan harus dipastikan aman dan tetap dalam keadaan sehat. Sehingga perlu menggunakan baju khusus pada saat bertugas mengangkut sampah.
“Bahkan mereka ini tidak memiliki hari libur, untuk itu kita minta agar dipertimbangkan selain pemberian gaji pokok agar ada juga insentif untuk mereka di tengah trend program makan bergizi gratis saat ini,”tegasnya.
Dijelaskannya, dalam pengelolaan sampah harus ada komitmen disertai dengan konsisten dari semua pihak baik itu pemerintah, kesadaran masyarakat serta pihak swasta agar sampah betul-betul bisa ditangani dan menciptakan Kotim yang bersih dan sehat serta indah.
Apalagi menurutnya dalam penanganan sampah tidak hanya dibutuhkan waktu satu atau dua hari namun harus berkelanjutan. Dan hal ini akan menjadi target kedepannya, yakni dalam waktu 1 kali 24 jam agar seluruh sampah di Depo dapat terangkut.
“Sehingga saya secara pribadi maupun secara kedinasan menginginkan adanya penambahan support terhadap mereka yang bekerja di lapangan guna peningkatan kesejahteraan mereka yang memang bekerja ekstra agar mendapatkan pendapatan yang memadai,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post