Lestarikan Ikan Lokal, Diskan Kotim Komitmen Pengembangan Ikan Jelawat 

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perikanan setempat, berkomitmen untuk mengembangkan ikan jelawat. Pasalnya ikan tersebut merupakan ikan lokal yang perlu dilestarikan. 

“Tujuan budi daya ikan jelawat salah satunya untuk melestarikan ikan lokal yang kemungkinan pada saat ini keberadaannya sudah sangat langka,” kata Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, melalui Kepala Seksi (Kasi) yang membidangi perikanan budi daya pada dinas setempat, Fahrul Jainal Ilmi, Selasa, 20 Februari 2024.

Baca juga berita lainnya

Disampaikannya, lauk manjuhan biasa orang lokal menyebutnya, merupakan ikan yang hidup di sungai atau air tawar. Sementara kondisi perairan sungai di wilayah ini pada saat-saat tertentu mengalami perubahan kualitas air. Dampak dari kualitas sungai yang buruk akan menurunkan jumlah biota sungai, salah satunya ikan jelawat. 

“Memang dulu ikan itu masih banyak hidup di sungai, tapi sekarang karena ada peralihan kualitas air sehingga ikan jelawat sudah hampir jarang dijumpai di perairan kita,” ucapnya.

Agar ikan tetap dapat dilestarikan, pihaknya melakukan pembinaan khususnya bagi kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) di Kotim. Selain itu, hal ini juga dapat menambah pendapatan bagi kelompok tani yang mengembangkan ikan tersebut, pasalnya cukup diminati dan harganya lumayan mahal. 

“Harapan kami budi daya ikan jelawat dapat menambah income bagi pokdakan, di samping itu mereka juga ikut melestarikan ikan jelawat,” terangnya. 

Budi daya ikan jelawat di wilayah ini mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. Sebagai wujud dukungan tersebut BPBAT Mandiangin memberikan bantuan calon induk ikan jelawat, yang dikembangkan oleh kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) di Desa Kandan, Kecamatan Kotabesi. 

“Berdasarkan  keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI) Nomor 16 tahun 2022 tentang kampung perikanan budi daya menetapkan Kotim sebagai kampung perikanan budi daya tepatnya di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi. Oleh sebab itu pemerintah akan terus mendukung untuk pengembangan budidaya ikan itu,” tutupnya.

(dev/matakalteng) 

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Tweet
  • mpiolrenjaug_shyiiv>

    Daa>>mpio,eta_jaudiv yiiv>< Ltp:/metaustp::/ Neg_l
  • Kunju< Ltp:/m_alsharGargu, s="jeghref="https://www.matakount"> 9.1fa fa-share-alt"'c3)-angka-oe26/05/30/polda-kalteng-ungkap-121-ka2782kejahatan-jalanan-selama-2026-233-tersangka-berh_>a fa-clo">
  • T-di-kalteng"> Optimalis4njirpt-hmbp 31 Meangka-berhasididecom-rp-335-ju="fd/a>

    PT HMBP classsangka BerhasDidecom Rp 335 Ju="ef="https://www.matakount"> 9.1fa fa-share-alt"'c3)-angka-oe26/05/30/polda-kalteng-ungkap-121-ka2363kejahatan-jalanan-selama-2026-233-tersangka-berh_> Ops="jeg_shar_sha19wal-t-hmbp 31 Meangka-berhasididecom-rp-335-ju="fd class="widget widget_jnews_popular" id="jnews_popular-5">