SAMPIT – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan pembangunan menara telekomunikasi atau BTS (Base Transceiver Station) di 35 titik. Pembangunan itu untuk peningkatan jangkauan internet hingga ke pelosok.
“Kita harapkan di tahun 2025 nanti Kotim bebas dari wilayah yang dianggap blank spot dan lemah sinyal,” kata Kepala Diskominfo Kotim, Marjuki, Senin, 29 April 2024.
Disampaikannya, usulan pembangunan 35 BTS itu terbagi dua, yakni 4 usulan disampaikan ke Direktorat Telekomunikasi Kementerian Kominfo, sedangkan 31 usulan lainnya disampaikan melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo.
Lanjutnya, BAKTI pada 2024 ini telah memprogramkan kegiatan pembangunan kembali beberapa BTS di wilayah-wilayah yang memang dianggap blank spot yaitu wilayah terpencil, terpencar dan terluar.
“Dari 168 desa di Kotim saat ini ada 147 desa yang dianggap sinyalnya bagus, 8 desa blank spot atau belum ada sinyal dan sisanya lemah sinyal. Kalau lemah itu ada jaringan internet tapi lemas sinyalnya, jadi perlu penguatan,” jelasnya.
Empat usulan BTS ke Direktorat Telekomunikasi itu berlokasi Biru Maju Kecamatan Telawang, Desa Rawasari Kecamatan Pulau Hanaut,Tumbang Kania Kecamatan Bukit Santuai dan Ganepo Kecamatan Seranau.
“Rencananya Selasa besok akan dilaksanakan klarifikasi secara daring dengan Diskominfo Kotawaringin Timur dan empat kepala desa yang desanya diusulkan dibangun BTS. Karena empat desa itu akan menjadi sampel, semoga nanti daerah yang dianggap blank spot segera dibangun BTS,” ungkapnya.
Sementara itu terkait 31 usulan yang disampaikan kepada BAKTI Kominfo, sebarannya mengacu kebutuhan di sektor pendidikan, kesehatan, keamanan, keagamaan dan lainnya yang merupakan usulan dari Polri, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan dan lainnya.
“Ini dalam waktu dekat juga akan dilakukan peninjauan lapangan bersama tim dari BAKTI Kominfo, mengecek di lokasi yang kita usulkan benar blank spot. Semoga juga segera terealisasi sehingga tahun 2025 tidak ada lagi yang blank spot daerah kita,” harapnya.
(Dev/matakalteng)




















Discussion about this post