SAMPIT – Dampak pandemi Covid-19, kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami peningkatan 0,85 persen penduduk miskin pada tahun ini dibanding 2021.
“Pandemi itu sangat memukul ekonomi pendapatan masyarakat secara keseluruhan. Peningkatan ini menjadi pekerjaan besar bagi kami untuk menekan angka kemiskinan menjadi seminimal mungkin,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kotim Rafiq Riswandi, Senin 24 Oktober 2022.
Disebutnya, jumlah penduduk miskin 2021 sebanyak 4.320 atau 0,94 persen, pada 2022 menjadi 8.290 atau 1,79 persen. Ini juga dampak dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Kondisi ini tentunya mengharuskan pemerintah daerah fokus pada penanggulangan. Kondisi ekonomi seperti sekarang, penanganan menjadi tugas yang berat bagi pemerintah baik di kabupaten, provinsi hingga pusat. Bahkan menurutnya di seluruh dunia ada keterpurukan perekonomian secara menyeluruh.
“Tapi kami tetap optimis, dengan berbagai program, kami berupaya semaksimal mungkin untuk bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan maupun pendapatan masyarakat,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post