PALANGKA RAYA – Aggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong agar pemerintah daerah dapat meningkatkan program ketahanan pangan.
Hal ini dimaksudkan dalam rangka mengantisipasi terjadinya krisis pangan, akibat inflasi yang melanda secara global. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Bryan Iskandar saat dikonfirmasi, Senin 24 Oktober 2022.
“Peningkatan program pertanian ini dapat diajukan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2023. Hal ini juga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus perekonomian masyarakat,” ujar Wakil rakyat Kalteng dari daerah pemilihan III meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara dan Lamandau.
Bryan menyebutkan kunci penting dalam program ini yaitu koordinasi dan komunikasi antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota dalam penyusunan program.
Ketua Fraksi Nasdem Kalteng ini itu menilai dengan luasan wilayah yang dimiliki Kalteng dapat menjadi lumbung pangan tidak hanya bagi daerah tapi juga nasional jika dimaksimalkan secara optimal.
“Setiap daerah, khususnya Kalteng juga harus mampu mengoptimalkan kekayaan alam yang ada bagi kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pembangunan, salah satunya melalui sektor pertanian,” jelasnya.
Selain tanaman, menurut itu, luasnya lahan kosong di Kalteng juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan peternakan dan budidaya ikan. Dengan begitu, kebutuhan pangan di Kalteng dapat terpenuhi dan tidak lagi bergantung dari daerah lain.
“Alangkah baiknya tiap daerah punya keunggulan di sektor pertanian. Apalagi lahan di Kalteng relatif subur dan baik ditanami berbagai jenis tanaman, baik padi, sayuran maupun buah-buahan,” pungkasnya.
(vi/matakaltengcom)






















Discussion about this post