SAMPIT – Generasi Islam masa kini dinilai cenderung kehilangan keteladanan, sehingga mereka mengalami disorientasi dalam memilih figur untuk diteladani. Padahal seorang teladan yang tepat dapat mempengaruhi masa depan anak.
“Misalnya mereka lebih memilih figur teladan yang ada dalam film, sinetron, artis, baik artis dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini bisa dilihat dari aspek perilaku mereka. Baik dari sikap/perangai maupun gaya hidup (life style),” kata Achmad Robita selaku Katib Syuriah NU Kotim, Sabtu 8 Oktober 2022.
Menurutnya, rata-rata tidak mencerminkan karakter anak bangsa yang beragama. Bahkan cenderung berlawanan dengan norma-norma sosial di kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.
“Untuk itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan momentum revitalisasi figur Nabi Muhammad sebagai sosok teladan yang ideal bagi setiap generasi muslim, baik yang muda maupun yang tua,” ujarnya.
Ia mengajak semua pihak kembali menghidupkan ajaran dan teladan Nabi dalam setiap sendi kehidupan pribadi, sosial, berbangsa dan bernegara. Sehingga tercipta karakter dan budi baik pada setiap generasi Islam.
“Semoga melalui momentum peringatan Maulid Nabi ini kita bisa menjadi bangsa yg lebih bermartabat, berkarakter dan menjadi masyarakat yang madani serta anak-anak memiliki sopan santu yang tinggi dan mengerti tata krama,” tegasnya.
Karena sebutnya, sifat Nabi Muhammad memiliki kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera bersama-sama dalam perbedaan. Salah satunya siddiq, artinya jujur atau benar. Sifat nabi Muhammad yang siddiq tersirat dalam kehidupan sehari-harinya sebagai pebisnis atau pedagang pada masanya.
“Kemudian sifat Nabi Muhammad yang kedua yang perlu dijadikan teladan adalah amanah. Amanah artinya dapat dipercaya. Nabi Muhammad memiliki julukan sebagai Al-Amin yang artinya dapat dipercaya,” jelasnya.
Sifat ke tiga yakni tabligh, dalam diri Nabi Muhammad tercermin dalam bagaimana Nabi Muhammad menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada sahabat dan umatnya, yang kemudian menjadi pelajaran penting bagi umat Islam di dunia sampai sekarang. Nabi Muhammad tidak menyembunyikan apapun sehubungan dengan petunjuk yang disampaikan Allah SWT hanya untuk kepentingan pribadi.
“Dan terakhir ada sifat fathonah yang artinya cerdas. Maksudnya Nabi adalah seseorang yang dapat menggunakan kecerdasannya. Nabi Muhammad memaksimalkan kemampuan intelektualnya untuk melakukan dakwah dan berdagang,” sebutnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post