SAMPIT – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Jhony Tangkere mengajak seluruh instansi terkait dalam hal pengawasan kendaraan dan lalu lintas untuk menindak para pelangsing di SPBU.
Menurutnya, banyak truk di SPBU tersebut karena pemerintah pusat tidak pernah melihat keadaan sebenarnya di Kalimantan, yakni harga pertalite yang mahal, sehingga membuat banyaknya pelangsir.
“Hampir di semua SPBU ada pelangsir, kecuali yang di dalam kota. Maka ini perlu penanganan bersama juga dari Polres Kotim, mungkin bisa bentuk tim juga untuk menindak kendaraan yang tidak layak itu. Kalau mau melakukan penertiban, ayo kita lakukan bersama-sama, dengan bantuan Polres dan juga Satpol PP. Kalau misal ada yang melangsir langsung kita angkat mobilnya,” ujarnya, Senin 18 Juli 2022.
Sekarang ini pihaknya sedang fokus mencari truk-truk CPO yang sering menumpahkan minyak di jalanan, sehingga menyebabkan banyak pengguna jalan jatuh bahkan ada yang terluka parah.
“Karena masalahnya juga biasanya para pelangsir ini banyak parkir di areal SPBU serta badan jalan, sehingga juga mengganggu arus lalu lintas. Karena ketersediaan parkirnya juga tidak ada, untuk itu perlu keterlibatan semua pihak, tidak hanya Dishub saja,” tegasnya.
Jhony juga menilai, bisa juga dengan melibatkan pihak pertamina langsung untuk lebih ketat dalam penjualannya, sehingga bisa menekan para pelangsir yang sekarang ini banyak ditemui di Kota Sampit.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post