SAMPIT – Berbagai upaya dilakukan oleh pihak pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Baamang unit I dalam mencegah terjadinya penyebaran penyakit demam berdarah dengeu (DBD). Tercatat pada tahun 2019 lalu, kasus DBD di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kasus DBD menurun. Pada 2019 ada 6 warga yang terkena DBD. Sementara pada 2018 ada sekitar 16 warga. Dan sekarang ada 3 warga, semoga tidak bertambah,” kata Kepala Puskesmas Baamang Unit I, Supriadi, Jumat, 24 Januari 2020.
Penurunan kasus terjadi karena mulai banyak masyarakat yang sadar dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Upaya menekan angka tersebarnya penyakit dari virus dengeu yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti itu terus dilakukan. Mulai dari penyuluhan hingga membagikan dan menaburkan obat abate guna mencegah perkembang biakan nyamuk tersebut.
“Kami juga telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging fokus. Yang terpenting adalah melakukan 3 M plus. Menguras atau membersihkan dan menutup rapat tempat penampungan air. Serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi tempat perkembang biakan nyamuk. Semoga upaya ini berhasil menekan angka penyebaran DBD,” tutur Supriadi.
(shb/matakalteng.com)





















Discussion about this post