SAMPIT – Sedikitnya seratusan hektare tanaman padi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami gagal panen selama musim kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
“Ada ratusan hekater lahan yang ditanami padi mengalami gagal panen pada musim kemarau yang terjadi di Kotim,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kotim, I Made Dikantara, Sabtu 12 Oktober 2019.
Dirinya tidak menyebutkan berapa hekater lahan tanaman padi yang gagal panen. Namun lebih dari 100 hekatar. Rata-rata lahan tanaman padi yang gagal panen tersebut berada di wilayah Selatan Kotim. Terutama di Kecamatan Teluk Sampit, yang merupakan lumbung padi di daerah ini.
“Rata-rata semuanya berada di wilayah Selatan Kotim,” kata Made.
Gagal panen terjadi karena petani cukup sulit mendapatkan air. Karena sumur dan juga irigasi yang ada di lahan pertanian tersebut mengalami kekeringan. Sehingga kebutuhan air pada tanaman tidak bisa di penuhi.
Meskipun hal tersebut terjadi, banyak juga petani yang berhasil panen selama musim kemarau. Bahkan jumlahnya melebih dari yang gagal panen. Terutama para petani yang di lahannya tersedia sumur bor.
“Banyak juga yang berhasil, karena di lahan mereka sudah tersedia sumur bor,” terang Made.
(fi/matakalteng.com)















Discussion about this post