PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar kegiatan Apresiasi Anugerah Desa Terbaik BPJS Ketenagakerjaan di aula Sangga Banua, Selasa 5 Mei 2026.
Apresiasi Anugerah Desa Terbaik BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya mendorong perlindungan jaminan sosial bagi seluruh ekosistem desa.
Penghargaan tersebut diberikan kepada desa-desa yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mewujudkan Universal Coverage Jamsostek, khususnya dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi perangkat desa, anggota BPD, hingga pekerja rentan.
Kepala Dinas PMD Kobar, Aida Lailawati, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari kebijakan nasional dan daerah, di antaranya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 serta Peraturan Bupati Kobar Nomor 33 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
“Melalui kegiatan ini, kami memberikan apresiasi kepada desa yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memastikan perlindungan sosial bagi seluruh ekosistem desa. Kami berharap ini menjadi motivasi bagi desa lainnya,” ujarnya.
Saat ini, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di tingkat desa telah mencakup kepala desa beserta perangkatnya, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta pekerja rentan.
Untuk wilayah kelurahan, perlindungan bagi pekerja rentan seperti Ketua RT/RW, kader posyandu, dan Linmas juga telah didukung melalui alokasi anggaran APBD Kabupaten Kotawaringin Barat pada DPA Dinas PMD. Hal ini menjadi wujud kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman bagi para pelayan masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh 162 peserta yang terdiri dari seluruh kepala desa dan person in charge (PIC) desa se-Kabupaten Kotawaringin Barat. Selain penyerahan penghargaan, acara juga diisi dengan sosialisasi dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pangkalan Bun guna memperkuat pemahaman terkait manfaat program jaminan sosial.
Melalui kegiatan ini, diharapkan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Kotawaringin Barat terus meningkat, sehingga seluruh pekerja di ekosistem desa dapat bekerja dengan aman dan terlindungi dari risiko sosial ekonomi.
(ga/matakalteng)






















Discussion about this post