PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan skema penguatan sumber daya manusia di sektor pertanian melalui program vokasi D1 yang diarahkan untuk mencetak petani milenial.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Rendy Lesmana, mengatakan program ini menjadi bagian dari strategi menjawab kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian, terutama dalam mendukung program cetak sawah.
“Program vokasi ini untuk jurusan pertanian yang kita persiapkan sebagai cikal bakal petani milenial. Karena sekarang kita kekurangan petani,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menjelaskan, saat ini Brigade Pangan telah terbentuk sekitar 258 kelompok. Namun, jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi seiring dengan perluasan lahan pertanian yang terus dilakukan.
“Memang Brigade Pangan sudah terbentuk kurang lebih 258, tapi dengan luas lahan yang dibuka kita masih kekurangan,” jelasnya. Menurutnya, pembukaan program vokasi D1 ini merupakan inisiatif untuk menarik minat generasi muda agar terjun langsung ke sektor pertanian.
“Makanya Pak Gubernur ingin membuka vokasi D1 ini. Harapannya anak-anak muda mau terjun ke pertanian,” katanya. Program pendidikan tersebut dirancang berlangsung selama satu tahun, dengan komposisi pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada praktik lapangan. “Programnya satu tahun, 80 persen praktik di lapangan, 20 persen teori,” tambahnya.
Untuk lokasi praktik, pembelajaran akan difokuskan di kawasan pengembangan cetak sawah yang dekat dengan pusat kegiatan, salah satunya di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. “Di lokasi cetak sawah yang dekat saja, tidak perlu jauh-jauh. Kemungkinan di wilayah Pulang Pisau, karena di sana paling banyak,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post