PANGKALAN BUN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar rapat bersama lintas sektor dalam rangka meningkatkan pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS sekaligus memperkuat strategi skrining HIV kelompok.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P), Jhonferi Sidabalok bahwa dari bulan Januari sampai Mei 2025 telah temukan sebanyak 36 kasus baru di Kabupaten Kobar. Sedangkan, tercatat sepanjang tahun 2023 sebanyak 85 kasus serta bulan Januari sampai September tahun 2024 telah ditemukan sebanyak 82 kasus positif HIV-AIDS.
“Kabupaten Kotawaringin Barat termasuk yang tinggi, hal ini bisa dipengaruhi juga keaktifan teman-teman dari klinik, rumah sakit dan sebagian karena selalu melakukan skrining HIV, jadi Kotawaringin Barat ketiga yang tertinggi di Provinsi Kalteng, yang pertama adalah Kotim (Kotawaringin Timur) dan kedua Palangka Raya,” ungkapnya, Jumat 20 Juni 2025.
Kendati demikian, ia memperkuat sinergitas antara lintas sektor untuk melakukan skrining HIV kelompok sehingga para ODHA yang berada di Kabupaten Kobar bisa dengan dini mendapatkan pengobatan.
“Hari ini kami dari Dinas Kesehatan Kobar telah berdiskusi bersama dengan lintas sektor baik dari Forkompinda hingga instansi vertikal siap mendukung untuk mengendalikan dan mencegah penularan HIV-AIDS,” jelas Jhonferi.
Disebutkan, data dari hasil skrining bahwa orang yang mengidap HIV-AIDS di Kabupaten Kotawaringin Barat berjumlah 307 orang yang memang rutin berobat. Namun, adapula beberapa orang yang tidak teratur melakukan pengobatan.
“Pada orang yang tidak teratur ini menjadi fokus kita penanganan HIV ke depannya, mudah-mudahan ini menjadi langkah kita yang baik untuk meningkatkan pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS sekaligus memperkuat strategi skrining HIV pada kelompok,” tandasnya.
(lih/matakalteng)






















Discussion about this post