SAMPIT – Ratusan pelajar SMKN 1 Cempaga mendadak dites urine oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotim dalam sebuah kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkoba. Tes yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya itu sontak mengejutkan para pelajar dan guru yang hadir, Kamis 19 Juni 2025.
“Awalnya hanya disebutkan akan ada sosialisasi, ternyata langsung dilanjutkan tes urine. Ini memang sengaja tidak diberitahu lebih dulu untuk menghindari adanya upaya menghindar,” kata Wakil Bupati Kotim, Irawati yang juga menjabat Ketua BNK Kotim, Kamis 19 Juni 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah sebelum jam pelajaran dimulai, bekerja sama dengan Satres Narkoba Polres Kotim dan Dinas Kesehatan. Sebanyak 323 dari total 346 pelajar mengikuti pemeriksaan, termasuk 34 guru dan staf sekolah.
Irawati menyebutkan, pelajar SMK menjadi sasaran utama program ini lantaran aktivitas mereka di luar sekolah relatif lebih banyak dibandingkan pelajar SMA.
“Anak-anak SMK sering turun ke lapangan, praktik kerja lapangan, atau kegiatan luar lainnya. Itu artinya pengawasan langsung dari guru lebih terbatas. Maka justru mereka yang perlu kita perkuat daya tahan terhadap bahaya narkoba,” jelasnya.
Pemeriksaan mendadak ini merupakan bagian dari gerakan nasional P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) yang dikembangkan secara intensif oleh BNK Kotim sepanjang 2025. Kegiatan serupa sebelumnya juga digelar di SMKN 1 Mentaya Hilir Selatan.
Selain upaya penindakan, Irawati menekankan pentingnya edukasi. Sosialisasi disampaikan terlebih dahulu kepada pelajar sebagai bentuk penguatan pemahaman agar mereka memiliki ketahanan terhadap pengaruh narkotika.
Pelajar yang ditemukan positif menggunakan zat adiktif seperti zenith, menurutnya, telah ditangani melalui pendekatan pembinaan di bawah pengawasan guru BK, BNK, dan Polres Kotim.
“Selama ini yang kami temukan bukan jenis sabu atau ganja, tapi zenith. Namun kalau nanti ditemukan narkotika berat seperti sabu, tentu kami akan serahkan penanganannya ke pihak berwenang secara hukum,” ungkapnya.
Irawati berharap ke depan, kegiatan deteksi dini tidak hanya menyasar pelajar, tapi juga kalangan yang lebih luas.
“Kami ingin upaya ini terus digencarkan, bahkan kami rencanakan juga tes urine di pasar dan pusat keramaian lainnya. Semua untuk mewujudkan Kotim Bersinar, bersih dari narkoba,” pungkasnya.
Di sisi lain, Kepala SMKN 1 Cempaga, Istanta, mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan. Ia menyebut bahwa pihak sekolah selama ini belum pernah menemukan indikasi penggunaan narkoba di lingkungan pelajar, tetapi langkah deteksi dini tetap penting.
“Ini bentuk perhatian luar biasa. Pemeriksaan ini bukan hanya untuk penindakan, tetapi untuk memotivasi anak-anak agar lebih menjaga diri dan membentuk generasi sehat, baik fisik maupun mental,” ujar Istanta.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post