PALANGKA RAYA – Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) ditetapkan sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia (BI) tahun 2026. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah dan UMPR bersama tiga perguruan tinggi lainnya, Selasa 14 April 2026.
Kriteria penerima beasiswa di UMPR berasal dari berbagai program studi, di antaranya Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Manajemen Bisnis Digital, Pendidikan Ekonomi, Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik, Hukum, Agribisnis, Agroteknologi, Kehutanan, Teknik Sipil, hingga Teknik Lingkungan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Muhammad Yusuf, mengatakan program beasiswa BI tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga membuka ruang peningkatan kompetensi mahasiswa melalui interaksi langsung dengan institusi bank sentral. “Interaksi mahasiswa dengan BI ini menjadi tambahan kompetensi. Ini juga mendorong minat masuk ke UMPR karena adanya peluang pengembangan diri,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam program Generasi Baru Indonesia (GenBI) turut memberikan nilai tambah, terutama dalam membentuk pengalaman dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Alumni yang pernah mengikuti program tersebut dinilai lebih diperhitungkan karena memiliki pengalaman dan jejaring yang lebih luas. Dia berharap ke depan program ini dapat diperluas, baik dari sisi jumlah penerima maupun bentuk kegiatan.
“Kami ingin lebih banyak mahasiswa terlibat, termasuk penguatan kegiatan seperti pengajaran atau pengabdian bersama BI,” tambahnya. Sementara itu, Fatchurahman, Rektor Universitas Anta Kusuma Pangkalan Bun, menyampaikan bahwa dari total 32 perguruan tinggi di Kalimantan Tengah, program beasiswa BI saat ini baru menjangkau empat kampus, yakni UMPR, Universitas Palangka Raya (UPR), UIN Palangka Raya, dan Universitas Antakusuma (Untama).
Distribusi penerima beasiswa masing-masing yakni UMPR sebanyak 50 mahasiswa, UIN 55 mahasiswa, serta UPR 80 mahasiswa dan Untama 50 mahasiswa. Dia menjelaskan, program ini telah memasuki tahun ketiga dan mengalami penguatan, tidak hanya pada bantuan pendidikan, tetapi juga mencakup riset dan pengabdian masyarakat.
“Beasiswa ini tidak hanya diberikan dalam bentuk dana, tetapi juga mendorong pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kegiatan GenBI,” jelasnya. Salah satu alumni penerima beasiswa BI tahun 2022, Rahmida, mengaku program tersebut sangat membantu selama masa perkuliahan, sekaligus memberikan pengalaman di luar akademik.
“Selain bantuan dana pendidikan, kami juga mendapat wadah pengembangan diri dan edukasi kebanksentralan melalui GenBI. Banyak pengalaman berharga, termasuk kegiatan yang langsung turun ke masyarakat,” ujarnya. Dia berpesan kepada mahasiswa yang terpilih agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.
“Gunakan peluang ini untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas diri,” pesannya. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga memiliki kompetensi tambahan dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post