PALANGKA RAYA – Sebanyak 16 orang dilaporkan mengalami mual dan muntah yang diduga setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Posyandu “Harum Manis”. Dari jumlah tersebut, empat orang sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ketua Posyandu Harum Manis, Isnainiyah, menjelaskan posyandu tersebut setiap hari menyalurkan MBG kepada penerima manfaat dari Senin hingga Sabtu.
Khusus pada Jumat, menu yang dibagikan terdiri dari menu basah dan kering karena pelaporan hari Sabtu dilakukan lebih awal. “Jumlah penerima manfaat di Posyandu Harum Manis ada 102 orang, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kader posyandu. Dari jumlah itu, 16 orang mengalami gejala,” ujar Isnainiyah.
Berdasarkan pendataan internal, mayoritas warga yang mengalami keluhan mengonsumsi makanan melebihi batas waktu yang dianjurkan. Pada hari biasanya, MBG tiba di posyandu sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung didistribusikan setelah dilakukan pemeriksaan kembali oleh pihak posyandu dan idealnya dikonsumsi maksimal empat jam setelah distribusi.
Namun pada hari kejadian, makanan dapat diambil maksimal hingga pukul 09.00 WIB. “Rata-rata yang mengalami mual dan muntah makan di atas jam 13.00 sampai 15.00. Ada yang baru makan sekitar setengah dua bahkan jam tiga sore. Gejala muncul sekitar jam lima sore,” jelasnya.
Menu MBG saat itu berupa telur mata sapi dengan saus asam manis, tempe, wortel, kacang, dan serutan jagung. Isnainiyah menyebut, telur yang dimasak dalam jumlah besar kemungkinan tidak seluruhnya matang sempurna. Ketika dikonsumsi setelah melewati waktu ideal, rasa makanan dilaporkan berubah.
“Ada yang mengaku rasa telurnya sudah berubah, tapi tetap dimakan. Itu yang kami catat,” katanya. Dari 16 orang yang mengalami keluhan, sebanyak 12 orang hanya merasakan mual ringan dan kondisinya cepat membaik. Sementara empat orang lainnya memerlukan perawatan lanjutan, yakni tiga orang di RS Muhammadiyah dan satu ibu hamil di RS Bhayangkara.
“Yang dirawat terdiri dari satu anak usia tujuh tahun, satu balita usia 20 bulan, satu ibu menyusui, dan satu ibu hamil. Untuk ibu hamil sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik,” tambahnya. Isnainiyah menegaskan kejadian tersebut hanya terjadi di Posyandu Harum Manis, meski dapur penyedia MBG melayani 12 titik posyandu dengan total sekitar 1.561 penerima manfaat.
“Kalau memang bermasalah dari dapur, seharusnya semua titik terdampak. Tapi ini hanya terjadi di kami, itu yang masih menjadi tanda tanya,” ujarnya. Dia memastikan proses distribusi MBG di posyandu dilakukan sesuai standar kebersihan, mulai dari pengecekan aroma dan rasa oleh kader hingga pembagian makanan menggunakan sarung tangan.
Hingga saat ini, pihak posyandu masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Namun, keterlambatan konsumsi makanan menjadi perhatian utama dalam evaluasi sementara.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post