PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mencatatkan kemajuan dalam penerapan pemerintahan berbasis digital. Berdasarkan hasil Pemantauan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2025 yang dirilis Tim Koordinasi SPBE Nasional melalui Aplikasi Tauval, Rabu 7 Januari 2026 Indeks SPBE Kalteng mencapai skor 3,41 dengan predikat Baik.
Capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam penguatan tata kelola pemerintahan digital di Bumi Tambun Bungai. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa hasil ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Nilai Indeks SPBE 3,41 dengan kategori Baik ini mencerminkan komitmen Pemprov Kalteng dalam memodernisasi tata kelola pemerintahan. Kita pernah berada di angka 1,00 pada 2021, dan peningkatan ini menunjukkan langkah nyata dan berkelanjutan,” ujar Gubernur.
Menurutnya, indeks tersebut tidak hanya mencerminkan capaian administratif, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas layanan publik yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel. Ia pun mengapresiasi peran seluruh perangkat daerah yang telah bersinergi mendukung transformasi digital di Kalimantan Tengah.
Meski demikian, Gubernur mengingatkan agar seluruh jajaran tidak berpuas diri. Tantangan ke depan adalah mendorong peralihan menuju Indeks Pemerintah Digital (Indeks Pemdi) yang lebih komprehensif. “Kita harus terus memperkuat inovasi digital. Transformasi ini harus membawa Kalimantan Tengah menjadi daerah yang semakin BERKAH dan adaptif di era digital,” tegasnya.
Pemantauan SPBE merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 dan bertujuan mengukur kemajuan serta kualitas penerapan layanan digital pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Kementerian PANRB bersama Tim Koordinasi SPBE Nasional.
Berdasarkan hasil evaluasi, skor Indeks SPBE Kalteng 2025 diperoleh dari sejumlah domain penilaian, yakni Domain Kebijakan SPBE sebesar 3,50, Domain Tata Kelola SPBE 2,70, Domain Manajemen SPBE 2,73, serta Domain Layanan SPBE dengan nilai tertinggi 4,01. Tingginya nilai pada domain layanan menunjukkan semakin optimalnya penyelenggaraan layanan administrasi dan pelayanan publik berbasis elektronik di lingkungan Pemprov Kalteng.
Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi pembangunan ekosistem digital pemerintahan daerah.
“Skor 3,41 ini adalah buah dari upaya berkelanjutan dalam membangun infrastruktur TIK, memperkuat regulasi, serta mengintegrasikan layanan pemerintahan dan pelayanan publik,” ungkapnya. Dia menambahkan, tingginya nilai pada Domain Layanan SPBE menjadi indikator bahwa manfaat transformasi digital mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang E-Government Diskominfosantik Kalteng, Syayuti, menekankan bahwa sejumlah indikator yang masih perlu ditingkatkan akan menjadi fokus pembenahan ke depan, terutama menjelang penerapan Indeks Pemerintah Digital pada 2026. “Penguatan indikator audit TIK dan pembaruan peta proses bisnis menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan capaian pada indeks selanjutnya,” jelasnya.
Secara historis, Indeks SPBE Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif. Dari skor 1,00 dengan kategori Kurang pada 2021, meningkat menjadi 1,90 kategori Sedang pada 2022, naik ke 2,75 kategori Baik pada 2023, 2,87 kategori Baik pada 2024, hingga mencapai 3,41 kategori Baik pada 2025.
Ke depan, Tim Koordinasi SPBE Nasional menyampaikan bahwa pemantauan akan bertransformasi dari Indeks SPBE menuju Indeks Pemerintah Digital (Indeks Pemdi). Perubahan ini menandai pergeseran fokus dari sekadar digitalisasi proses menuju penguatan ekosistem digital yang lebih menyeluruh dan berorientasi pada pengguna.
Atas capaian tersebut, Tim Koordinasi SPBE Nasional menyampaikan apresiasi kepada instansi pusat, pemerintah daerah, serta tim asesor eksternal dari perguruan tinggi atas sinergi dan dedikasi dalam mendorong kemajuan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik di Indonesia.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post