PALANGKA RAYA – Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, memastikan bahwa meskipun pagu anggaran dinas pendidikan tahun anggaran 2026 berpotensi mengalami penurunan, seluruh layanan dasar dan program strategis pendidikan akan tetap berjalan tanpa pengurangan.
Menurut Reza, hingga kini pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Gubernur terkait besaran pemangkasan anggaran yang akan diterapkan. “Saya belum dapat petunjuk dari Pak Gubernur, dan belum tahu berapa besaran yang dipangkas di Dinas Pendidikan. Sampai sekarang saya belum menerima dokumen resminya,” ujarnya, Kamis 23 Oktober 2025.
Kendati demikian, Reza menegaskan, Gubernur Kalteng telah menginstruksikan agar layanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang, meski terjadi efisiensi anggaran. “Pak Gubernur mengingatkan kita bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang. Program strategis di pendidikan harus tetap jalan cita-cita belajar, sekolah gratis, dan kuliah gratis tetap harus berlanjut,” tegasnya.
Dalam menghadapi situasi efisiensi, Disdik Kalteng akan memangkas kegiatan yang bersifat administratif dan tidak langsung menyentuh pelayanan pendidikan. “Rapat-rapat akan dikurangi. Tidak ada lagi rapat di hotel-hotel, dan kegiatan seperti itu nanti dipangkas. Kita alihkan ke Zoom Meeting atau dilakukan di Aula Dinas saja,” jelasnya.
Selain itu, penghematan juga akan dilakukan pada biaya perjalanan dinas yang selama ini cukup besar. Pengawasan ke sekolah akan dilakukan secara berjenjang dengan memaksimalkan peran pengawas sekolah di tiap wilayah. “Perjalanan dinas itu besar sekali biayanya. Jadi nanti pengawasan bisa diwakilkan oleh pengawas di sekolah-sekolah, agar lebih efisien,” katanya.
Reza juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merenovasi Aula Dinas Pendidikan agar dapat difungsikan untuk berbagai kegiatan internal, menggantikan penggunaan hotel sebagai tempat rapat. Terkait potensi pengurangan tenaga outsourcing, Reza tidak menampik hal tersebut bisa terjadi, terutama jika ditemukan kegiatan atau unit kerja yang dinilai tidak efisien.
“Kalau outsourcing ada kemungkinan dikurangi. Struktur Disdik ini besar, sekolah dan pegawainya banyak. Jadi nanti akan dievaluasi, kalau memang tidak efisien atau hanya menghabiskan anggaran, tentu harus kita evaluasi,” pungkasnya. Reza menegaskan, efisiensi yang dilakukan bukan berarti pemangkasan pelayanan, tetapi justru upaya mengefektifkan anggaran agar fokus pada peningkatan mutu pendidikan di Kalteng.
(nra/matakalteng)
Discussion about this post