PALANGKA RAYA – Bundaran Besar Palangka Raya yang telah rampung dibangun dan kini menjadi pusat kegiatan masyarakat masih belum diresmikan secara resmi. Meski setiap hari ramai dikunjungi masyarakat, hingga kini belum ada penetapan nama resmi untuk ikon baru di jantung ibu kota Kalimantan Tengah tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian sekaligus sorotan publik.
Selain merenovasi Bundaran Besar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga tengah menuntaskan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan eks Gedung KONI dan eks Gedung Transmigrasi. Bahkan, disiapkan pula rencana pembangunan Huma Betang dalam skala besar sebagai bagian dari kawasan terpadu.
Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan Bundaran Besar masih dalam proses penyempurnaan. “Bundaran Besar ini belum jadi (sepenuhnya). Dia akan terkoneksi dengan RTH. RTH ini selesai, insyaallah bulan Desember,” ujar Agustiar, Jumat 19 September 2025.
Mengenai penamaan, ia menyebutkan kemungkinan besar tidak jauh dari filosofi kearifan lokal. “Mungkin tidak jauh-jauh, namanya Huma Betang atau Telawang. Telawang itu juga bagian dari Huma Betang. Tapi tentu kita juga perlu mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak,” tambahnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas PUPR Kalteng, Juni Gultom, menyampaikan progres RTH saat ini sudah melewati setengah pekerjaan. “RTH sudah di atas 50 persen dan mudah-mudahan cepat selesai. Targetnya tahun ini rampung,” jelas Juni. Dia menambahkan, tahapan yang diselesaikan lebih dahulu adalah pembangunan di area eks Gedung KONI sebelum berlanjut ke titik lainnya.
Dengan selesainya rangkaian pembangunan ini, Bundaran Besar beserta kawasan penunjangnya diharapkan menjadi ikon baru yang tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Kalimantan Tengah.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post