PALANGKA RAYA – Musyawarah Daerah (Musda) DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah periode 2025–2028 berpotensi berlangsung aklamasi. Hal ini setelah Alfian Mawardi, Ketua DPD KNPI Kalteng periode 2021–2024, resmi menyerahkan berkas pencalonan dengan dukungan penuh dari 14 DPD II kabupaten/kota dan 70 rekomendasi dari Organisasi Kepemudaan (OKP).
“Alhamdulillah, hari ini saya telah menyerahkan berkas dengan dukungan dari DPD II kabupaten/kota sebanyak 14 daerah, lengkap semua. Selain itu, ada juga 70 rekomendasi dari OKP, termasuk Cipayung Plus, organisasi kekaryaan, dan organisasi keagamaan seperti KBNU. Terima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan,” ujar Alfian Mawardi, Senin 25 Agustus 2025.
Alfian mengaku maju kembali dengan penuh kesadaran akan kekurangan yang ada. Namun, menurutnya, kritik dan masukan dari berbagai pihak justru menjadi energi untuk membenahi organisasi pemuda terbesar di Kalteng tersebut.
“Saya maju kembali kali ini dengan segala kekurangan yang saya miliki. Namun, setelah bertemu dengan anak-anak muda, menerima masukan, kritik, dan rekomendasi yang sebelumnya belum diberikan, saya semakin yakin bahwa dengan kritik itu kita bisa membawa KNPI menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Ketua Steering Committee (SC) Musda DPD KNPI Kalteng, Akhmad Rusdyan Noor, menyebutkan hingga saat ini baru ada satu calon yang memenuhi seluruh persyaratan. Dengan kondisi tersebut, peluang terjadinya aklamasi sangat besar.
“Saat ini sudah beredar kabar bahwa baru ada satu calon yang memenuhi syarat, karena dari 14 kabupaten/kota semuanya sudah dikantongi oleh calon ketua. Jadi, secara persyaratan, sudah tidak ada kemungkinan calon lain,” ujarnya.
Terkait mekanisme pendaftaran, Rusdyan menjelaskan bahwa pendaftaran akan tetap dibuka hingga Musda berlangsung. “Pendaftaran dibuka sampai Musda berlangsung. Jadi, saat Musda dibuka, saat itu juga pendaftaran ditutup,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketentuan pencalonan telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Minimal, satu OKP dapat mencalonkan, dan satu DPD bisa mengajukan satu nama calon. Namun, karena seluruh DPD telah mendukung Alfian Mawardi, peluang munculnya calon lain hampir tidak ada.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post