PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat realisasi serapan anggaran semester pertama tahun 2025 mencapai 54 persen. Angka ini menjadi salah satu yang tertinggi dibandingkan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo, mengatakan capaian tersebut didorong oleh terealisasinya sebagian besar program sesuai jadwal. “Seharusnya serapan bisa lebih tinggi, namun penyesuaian tetap dilakukan berdasarkan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya, Selasa 12 Agustus 2025.
Reza menjelaskan, alokasi anggaran terbesar tahun ini diarahkan untuk peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru. Termasuk di dalamnya gaji, tunjangan guru terpencil, pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang dirapel, serta pelatihan.
“Kami juga menyiapkan anggaran untuk perangkat digitalisasi pendidikan. Beberapa guru yang awalnya GTT kini telah diangkat menjadi P3K, dan ini juga memengaruhi serapan anggaran,” jelasnya.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Kalteng, pihaknya akan memaparkan pertanggungjawaban capaian program, realisasi anggaran, serta program strategis provinsi di bidang pendidikan, seperti kuliah gratis, sekolah gratis, dan seragam gratis.
Salah satu prioritas adalah program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana dengan target 10.000 penerima. Pendataan dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) hingga tingkat desa untuk memastikan data akurat dan berbasis bukti.
“Pendataan mencakup status pendidikan setiap anggota keluarga, termasuk yang putus sekolah. Untuk yang tidak lulus SMP atau SMA, akan diarahkan ke program pendidikan kesetaraan paket B dan C,” ujar Reza.
Tahun ini, dari target 10.000 penerima beasiswa kuliah gratis, sudah terealisasi sekitar 3.060 mahasiswa dengan nilai serapan Rp13–15 miliar. Berbeda dengan program TABE sebelumnya yang dikirim langsung ke rekening mahasiswa, skema baru ini menyalurkan dana langsung ke universitas. “Dengan begitu, mahasiswa penerima tidak lagi dipungut biaya oleh kampus,” tegasnya.
Kuota beasiswa masih terbuka hingga 2025, bahkan dapat bertambah jika pendataan menunjukkan kebutuhan yang lebih besar. Pembagian kuota per universitas menyesuaikan daya tampung masing-masing, seperti Universitas Palangka Raya (UPR), IAIN Palangka Raya, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, dan sejumlah perguruan tinggi swasta lainnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post