PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya ketahanan keluarga sebagai pilar utama pencegahan stunting. Keluarga yang kuat dinilai menjadi lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak, sehingga mampu menciptakan kondisi yang kondusif untuk mencegah masalah gizi kronis tersebut.
Data tahun 2024 mencatat prevalensi stunting di Kalteng menurun 1,4 persen. Namun, tujuh kabupaten/kota justru mengalami kenaikan, yakni Barito Selatan, Seruyan, Pulang Pisau, Kapuas, Lamandau, Barito Utara, dan Gunung Mas. Sementara enam daerah mengalami penurunan prevalensi stunting tahun 2024 yaitu Katingan, Kotawaringin Timur, Sukamara, Palangka Raya, Murung Raya, dan Kotawaringin Barat.
Edy menyebut kondisi ini sebagai anomali. “Di satu sisi kita gencar menurunkan angka stunting hingga sekitar 14 persen, bahkan ada daerah yang penurunannya signifikan sampai 14 persen. Tapi di sisi lain, ada juga yang justru naik hampir 9 persen,” jelasnya saat diwawancarai awak media usai rakor percepatan Penurunan Stunting dan Bangga Kencana, Selasa 12 Agustus 2025.
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Pemprov Kalteng menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kabupaten/kota. Langkah ini bertujuan menyatukan strategi, berbagi pengalaman daerah yang berhasil menurunkan stunting, serta mengidentifikasi faktor penyebab kenaikan angka stunting di wilayah tertentu. “Kita akan inventarisasi semua kegiatan yang berpotensi memicu kenaikan stunting, lalu merumuskan langkah konkret untuk menekannya,” tegas Edy.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post