PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyatakan siap mengambil langkah cepat untuk mencegah beredarnya beras oplosan di wilayahnya, menyusul mencuatnya kasus beras oplosan yang ditemukan Kementerian di sejumlah daerah.
Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Leonard S. Ampung menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan praktik curang itu merugikan masyarakat. Pemprov, kata dia, akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menurunkan tim investigasi bersama para pemangku kepentingan untuk memantau langsung kondisi di lapangan.
“Hal seperti ini tidak boleh terjadi. Kita akan investigasi dan turunkan tim untuk melihat langsung bersama stakeholder terkait,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 17 Juli 2025
Namun demikian, Leonard memastikan hingga kini belum ada laporan resmi mengenai adanya peredaran beras oplosan di Kalteng. Meskipun begitu, pihaknya tetap siaga dan melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi.
“Sementara ini laporannya belum ada, tapi kita tetap mengantisipasi. Pelaku usaha juga jangan coba-coba melakukan oplosan seperti itu. Bekerjalah dengan baik karena itu jelas merugikan masyarakat. Kita kasihan pada masyarakat jika sampai dirugikan,” tegas Leonard.
Senada dengan Leonard, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalteng Rendy Lesmana juga menekankan bahwa pemerintah daerah akan tetap waspada meski belum ada temuan kasus di lapangan.
“Kita memang belum dapat laporan, tapi tetap harus memitigasi. Kalau sampai terjadi, tentu ini menjadi kewajiban kita untuk menanganinya,” jelas Rendy saat ditemui. Dia menambahkan, sejauh ini belum ada arahan resmi atau surat dari pemerintah pusat terkait langkah teknis penanganan beras oplosan.
“Secara resmi belum ada surat. Memang baru sebatas berita, tetapi tetap harus kita tanggapi. Daerah lain sudah ada kasus, jadi daerah juga harus siaga walaupun belum ada instruksi terstruktur dari pusat,” ujarnya.
Pemprov Kalteng mengimbau pelaku usaha beras untuk menjaga integritas dan tidak merugikan masyarakat demi keuntungan sesaat. Masyarakat juga diimbau untuk melapor jika menemukan indikasi beras oplosan di pasaran, demi memastikan keamanan pangan di daerah.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post