PALANGKA RAYA – Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan. Hal ini ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo.
Reza menekankan pentingnya peran guru untuk tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menciptakan metode pembelajaran yang lebih kreatif, menarik, dan menyenangkan bagi peserta didik.
“Guru-guru ini bukan hanya sekadar administratif. Mereka bukan hanya dilatih untuk membuat modul, tapi bagaimana menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk anak-anak kita, sehingga target belajar benar-benar tercapai,” ujarnya, Minggu 6 Juli 2025.
Lebih lanjut, Reza menyoroti pentingnya kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, teknologi bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan harus disikapi secara bijak sebagai alat bantu untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Saya harap dengan adanya teknologi seperti AI, ini bisa membantu tugas kita sebagai guru. AI itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Seperti saat HUT Bhayangkara kemarin, kita lihat polisi sudah menggunakan robot. Ini bukti bahwa perubahan sudah di depan mata,” jelas Reza.
Terkait kebijakan pengadaan TV interaktif di sekolah, Reza mengakui dirinya sempat menerima kritik dan cibiran dari berbagai pihak. Namun ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil berdasarkan data dan kebutuhan nyata di lapangan.
“Saya pernah dibully, dihujat karena pengadaan TV interaktif ini. Katanya, sekolah kita masih banyak yang rusak. Tapi saya ingin tegaskan, setiap kebijakan harus berdasarkan data dan kebutuhan,” ungkapnya.
Menurut Reza, data Dapodik menunjukkan bahwa jumlah sekolah dengan kondisi rusak berat di Kalimantan Tengah tidak sampai 10%. Ia juga menyebut bahwa upaya perbaikan infrastruktur pendidikan terus dilakukan secara bertahap setiap tahun.
“Tahun ini kita mendapatkan dukungan besar dari Menteri. Ada anggaran revitalisasi sekolah untuk 30 sekolah SMA, SMK, dan SKH. Bahkan kita juga mendapatkan unit sekolah baru. Untuk itu, kita ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri. Teknologi tidak bisa kita hindari,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post