PALANGKA RAYA – Seratus hari sudah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo berjalan sejak resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 lalu. Dengan mengusung semangat keberlanjutan, keduanya memantapkan langkah untuk mewujudkan visi “Kalteng Berkah, Kalteng Maju”.
Dalam masa awal pemerintahan, sektor pendidikan menjadi prioritas utama. Program sekolah dan kuliah gratis telah digulirkan dengan target menjaring sebanyak mungkin penerima bantuan pendidikan. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Bumi Tambun Bungai.
“Investasi terbesar kami adalah pada manusia. Pendidikan adalah kunci utama untuk membuka pintu masa depan Kalimantan Tengah yang lebih baik,” ujar Gubernur Agustiar Sabran di Palangka Raya, beberapa waktu lalu.
Tak hanya pendidikan, program peningkatan kapasitas ekonomi lokal juga menjadi fokus. Melalui program IKM Berkah, pemerintah provinsi telah memberikan pelatihan dan bantuan modal kepada ribuan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) se-Kalteng. Program ini bertujuan untuk mencetak pengusaha-pengusaha baru yang tangguh dan mandiri.
“Kami ingin para pelaku IKM naik kelas. Bukan hanya bertahan, tapi juga mampu berkembang dan menjadi miliarder-miliarder baru di Kalimantan Tengah,” tambah Agustiar. Dalam bidang sosial ekonomi, pelaksanaan pasar murah yang menyentuh lebih dari 1.400 desa dan 130 kelurahan menjadi langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi.
Gubernur juga menaruh perhatian serius terhadap infrastruktur. Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Sampit dengan anggaran Rp 28,1 miliar, serta penyelesaian jalan poros Gohong–Bahaur di Pulang Pisau merupakan beberapa proyek strategis yang tengah dikebut. Tidak hanya itu, Gubernur bahkan turun tangan menghadapi perusahaan yang diduga abai terhadap dampak lingkungan dan infrastruktur, seperti kerusakan jalan Kuala Kurun–Palangka Raya di Kabupaten Gunung Mas.
“Pembangunan bukan hanya soal fisik. Ini soal keberpihakan dan tanggung jawab. Saya tidak akan membiarkan rakyat Kalteng dirugikan,” tegasnya. Krisis listrik di wilayah pedesaan juga menjadi perhatian. Gubernur melakukan kunjungan ke Desa Lupak, Kuala Kapuas, dalam rangka program pasar murah sekaligus merespons langsung keluhan warga.
Komitmennya untuk menerangi seluruh desa di Kalteng diwujudkan melalui pemberian bantuan genset pada 17 Mei 2025 sebagai awal dari program listrik desa yang ditargetkan rampung pada 2026. Dalam semangat toleransi dan keberagaman, Agustiar juga aktif mendukung berbagai kegiatan keagamaan lintas umat. Ia hadir dalam acara Kalteng Bershalawat, Perayaan Paskah, hingga meresmikan Balai Hindu Kaharingan, sebagai simbol harmoni di provinsi yang majemuk ini.
Di sektor kesehatan, pelayanan masyarakat ditingkatkan lewat kegiatan cek kesehatan gratis dan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas kesehatan, termasuk kunjungan langsung ke RSUD Hanau. Menutup seratus hari pertama, Gubernur dan Wakil Gubernur menggelar Kalteng Expo dan Festival Budaya Isen Mulang, untuk mengangkat kekayaan budaya serta memperkuat identitas Kalimantan Tengah di tingkat nasional dan internasional.
“Semua yang kami lakukan ini bukan ajang pencitraan, tapi wujud nyata dari kerja, komitmen, dan cinta kami untuk Kalteng. Kita ingin menciptakan Kalimantan Tengah yang diberkahi dan maju, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan,” pungkas Gubernur Agustiar Sabran.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post