PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, berlandaskan akhlak yang mulia. Program tersebut merupakan bagian dari visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng dalam mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.
“Salah satu prioritas dalam program Bapak Gubernur adalah meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, dilandasi akhlak yang mulia,” ujar Edy Pratowo dalam sambutannya, Kamis 26 Juni 2025. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Pemprov Kalteng mendorong agar tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa mengaji. Pemerintah mengimbau agar anak-anak dapat meluangkan waktu minimal 15 menit di masjid, musala, atau tempat ibadah lainnya untuk belajar atau mengajar mengaji.
“Bapak Gubernur menyampaikan bahwa tidak ada lagi anak-anak yang meluangkan waktunya untuk tidak bisa mengaji. Minimal 15 menit di masjid, musala, dan tempat ibadah dianjurkan untuk mengaji,” tambahnya. Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap upaya tersebut, pada tahun anggaran 2026 mendatang, Wagub menyampaikan Pemerintah Provinsi telah mengalokasikan anggaran khusus untuk memberikan insentif kepada para ustadz dan ustadzah yang berperan dalam pendidikan keagamaan anak-anak.
Tak hanya untuk umat Islam, program ini juga mencakup umat-umat lainnya. Pemerintah Provinsi turut menyiapkan bantuan insentif untuk guru-guru sekolah minggu, pendeta, dan tokoh agama dari berbagai kepercayaan yang ada di Kalimantan Tengah. “Program ini juga sejalan dengan umat lainnya, baik bagi umat Nasrani maupun agama-agama lain. Semua mendapatkan perhatian yang sama,” tegas Wakil Gubernur.
Dia menambahkan, tantangan ke depan di era globalisasi akan semakin besar. Oleh karena itu, pembangunan SDM tidak cukup hanya dengan kecakapan teknis, namun juga harus diperkuat oleh fondasi moral dan spiritual. “Kita menghendaki SDM Kalimantan Tengah yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Ini menjadi dasar yang penting menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa Pemprov Kalteng tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga menaruh perhatian besar pada pembangunan karakter generasi muda lintas agama secara merata dan berkeadilan.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post