PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029, bertempat di Aula Jayang Tingang, Rabu 28 Mei 2025.
Kegiatan ini digelar sebagai langkah penting dalam menyempurnakan perencanaan pembangunan lima tahunan di daerah.
Plt. Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang RPJMD bertujuan untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan terhadap tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, dan program prioritas daerah.
“Musrenbang ini juga bertujuan menyempurnakan rancangan RPJMD dengan mempertimbangkan aspirasi peserta serta menyelaraskan program prioritas daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan nasional,” ujar Leonard.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang RPJMD 2025–2029 merupakan bagian dari rangkaian panjang proses perencanaan. “Dimulai dari kick-off penyusunan RPJMD dan Renstra, dilanjutkan dengan konsultasi publik, konsultasi bersama Kementerian Dalam Negeri, hingga forum perangkat daerah,” tambahnya.
Leonard juga menuturkan bahwa hasil penyempurnaan RPJMD ini akan disampaikan kepada DPRD Kalteng untuk disepakati paling lambat 40 hari sebelum penetapan. “Selanjutnya, dokumen ini akan dievaluasi oleh Kemendagri dan ditetapkan paling lambat pada 20 Agustus 2025,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung, juga memaparkan capaian indikator makro Provinsi Kalteng tahun 2024. Di antaranya: Angka kemiskinan sebesar 5,26 persen, lebih rendah dari angka nasional yang mencapai 8,57 persen. Gini Ratio di angka 0,304, lebih baik dari rata-rata nasional 0,381. Tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,01 persen, lebih rendah dibanding nasional yang sebesar 4,91 persen. Pertumbuhan ekonomi tercatat 4,46 persen, Tingkat inflasi sebesar 1,03 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 74,28, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp60.683 miliar, PDRB per kapita sebesar Rp79,3 juta, Dan angka prevalensi stunting pada tahun 2023 sebesar 23,5 persen, lebih tinggi dibanding angka nasional 21,5 persen.
Lebih lanjut, Leonard memaparkan target indikator makro Kalteng ke depan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN, antara lain: Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan antara 2,92–3,61 persen, PDRB per kapita mencapai Rp124 juta, Kontribusi PDRB Provinsi terhadap nasional sebesar 1 persen, Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 7,3 persen, Tingkat kemiskinan berada di rentang 2,43–3,43 persen, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 77,01, Rasio Gini berada antara 0,296–0,300, Indeks Modal Manusia sebesar 0,58, Dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) ditargetkan hingga 90,18 persen. Tutupnya
Dengan pelaksanaan Musrenbang ini, Pemprov Kalteng berharap arah pembangunan lima tahun ke depan dapat lebih terarah, partisipatif, dan selaras dengan kebijakan nasional demi tercapainya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post