PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan tempat ibadah bagi seluruh umat beragama tanpa diskriminasi. Hal ini ditegaskannya sebagai bentuk tanggung jawab untuk mengayomi seluruh masyarakat Kalteng yang beragam suku, agama, dan golongan.
“Saya berkewajiban untuk mengayomi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, tanpa membeda-bedakan kelompok, golongan, suku, maupun agama. Kita menjunjung tinggi falsafah Huma Betang sebagai dasar kehidupan bersama yang harmonis,” ujar Agustiar, Selasa 22 April 2025.
Ia menilai pembangunan rumah ibadah bukan hanya aspek keagamaan, tetapi juga bagian penting dalam menjaga dan membina kerukunan umat beragama, yang disebutnya sebagai pilar pemersatu bangsa di tengah keberagaman sosial. “Pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk maka setiap elemen masyarakat perlu berperan aktif mengelola dan mewujudkan kondisi kehidupan yang damai, harmonis, dan selaras,” lanjutnya.
Agustiar juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat dan pemuka agama yang dinilai telah berperan besar dalam menjaga persatuan dan toleransi di Bumi Tambun Bungai. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan tokoh agama menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang kondusif. “Kami akan terus mendukung program-program kebudayaan dan keagamaan dari berbagai komunitas, sebagai bagian dari upaya membangun Kalimantan Tengah yang inklusif, damai, dan bermartabat,” tegasnya.
Mengakhiri pernyataannya, Agustiar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keharmonisan dengan semangat Belom Bahadat, serta aktif menciptakan suasana damai demi kemajuan dan kesejahteraan bersama. “Semangat kebersamaan dalam keberagaman adalah fondasi utama dalam membangun kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Gubernur.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post