SAMPIT – Pada puncak arus mudik hari raya Idulfitri 2025, sebanyak 7.756 penumpang kapal yang diberangkatkan dari pelabuhan Sampit baik itu dari PT Pelni maupun Dharma Lautan Utama.
“Hari ini kita memberangkatkan 446 penumpang dan hari ini merupakan hari terakhir arus mudik dan menjadi puncak arus mudik. Yang mana total keseluruhan pemudik yang berangkat selama arus mudik 2025 ini ada sebanyak 7.756 penumpang naik atau berangkat dari Sampit dan 1.671 penumpang turun atau datang ke Sampit,”kata Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Sampit, Gusti Muchlis, Sabtu 29 Maret 2025.
Menurutnya untuk lonjakan penumpang pada arus mudik lebaran 2025 ini dinilai menurun sekitar 10% dibandingkan tahun 2024 lalu. Hal itu mengingat untuk pantauan arus mudik pada tahun 2025 lebih pendek yaitu H -10 dan H + 10 Idulfitri.
“Jadi kita menghitung total penumpang berdasarkan arus mudik yang ditetapkan yaitu h-10 dan h+10 lebaran sementara pada 2024 lalu arus mudik ditetapkan lebih lama yaitu 1 bulan, h-15 dan H + 15 lebaran,” bebernya.
Disebutkannya, pada puncak arus mudik 29 Maret 2025 ini merupakan keberangkatan kapal ke-9 dari 9 Armada yang melayani arus mudik. Kapal yang berangkat yaitu KM Dharma Ferry VI dengan tujuan Surabaya.
Asdapun 9 armada dimaksud yakni KM Dharma Ferry VI Tujuan Surabaya, KM Kirana III Tujuan Semarang, KM Kelimutu Tujuan Surabaya, KM Leuser Tujuan Semarang, KM Dharma Ferry VI Tujuan Surabaya, KM Lawit Tujuan Semarang, KM Kirana Iii Tujuan Semarang, KM Kelimutu Tujuan Semarang, KM Dharma Ferry VI Tujuan Surabaya.
“Untuk keberangkatan kapal pada hari ini semua penumpang terakomodir, namun memang pada keberangkatan kemarin 28 Maret 2025 ada sebanyak 50 penumpang yang tidak mendapatkan tiket karena lonjakan penumpang yang signifikan. Sementara pada hari sebelumnya hingga hari ini semua sudah terakomodir, sehingga tidak ada penumpang yang terlantar,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post