SAMPIT – Program cetak sawah di kabupaten Kotawaringin Timur mengalami pengurangan lantaran adanya pemangkasan anggaran dari Kementerian Pertanian. Hal ini juga merupakan bagian dari efisiensi anggaran yang tengah dijalankan oleh pemerintah pusat hingga ke daerah.
“Program cetak sawah di Kabupaten Kotim yang semula ditargetkan seluas 4.500 hektare kini menjadi seluas 4.261 hektare. Dan saat ini sudah seluas 2.124 hektare yang mulai dikerjakan,”kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Sepnita, Minggu 23 Maret 2025.
Yang mana lanjutnya, pada tahap awal ini program mulai digarap di kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Telaga Antang, Seranau dan Teluk Sampit. Dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan cetak sawah dan peralatan di desa Handil Sohor yang juga mulai dikerjakan.
“Program ini merupakan program dari pemerintah pusat melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, dengan tujuan untuk meningkatkan produksi pangan terutama beras dalam mewujudkan Swasembada pangan,” jelasnya.
Yaitu sebelumnya Kabupaten Kotim telah dilakukan survei oleh tim akademisi dari Universitas Jember pada November 2024 lalu hingga Januari 2025 yang mana ada sejumlah titik lokasi cetak sawah tersebar di 6 Kecamatan yang ada di Kotim.
“Tim survei itu melihat terkait kesesuaian lahan, sosial ekonomi serta mengambil sampel tanah untuk melihat kondisi tanah apakah cocok untuk dilakukan progra. cetak sawah, hingga akhirnya program tersebut telah resmi dijalankan saat ini secara bertahap,” bebernya.
Adapun Kecamatan yang dimaksud yaitu Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Baamang, Telaga Antang dan Seranau.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post