PALANGKA RAYA – Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, enam kabupaten di Kalimantan Tengah terdampak banjir, yaitu Kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Barito Utara, dan Murung Raya.
Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menjelaskan bahwa hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan luapan air sungai di sejumlah daerah aliran sungai (DAS). Curah hujan yang cenderung ekstrim dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu utama terjadinya banjir di wilayah tersebut.
“Curah hujan yang terjadi belakangan ini memang sangat tinggi, yang mengakibatkan luapan air di DAS, dan menyebabkan banjir di beberapa wilayah,” ungkap Toyib. Dia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten yang terdampak untuk memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan masyarakat yang terdampak banjir segera mendapatkan pertolongan dan evakuasi.
Toyib juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah siap memberikan dukungan kepada kabupaten yang mengalami bencana banjir, apabila diperlukan. “Kami mengimbau warga yang terkena dampak banjir untuk tetap waspada dan segera melapor ke petugas jika kondisi air semakin meningkat. Pastikan untuk segera mencari tempat yang lebih aman,” tambah Toyib.
Berikut data update banjir yang dapat dihimpun matakalteng
1. Kabupaten Barito Selatan: Banjir yang terjadi sejak 7 Januari hingga 6 Maret 2025 melanda Kecamatan Dusun Hilir, terutama di Desa Mahajandau dan Desa Sungai Jaya. Sebanyak 825 KK (2.661 jiwa) terdampak, dengan ketinggian muka air mencapai 13 cm. Delapan unit fasilitas umum juga terdampak.
2. Kabupaten Gunung Mas: Banjir yang terjadi dari 4 hingga 6 Maret 2025 melanda Kecamatan Manuhing Raya, di antaranya Kelurahan Tehang dan beberapa desa seperti Luwuk Tukau, Tumbang Oroi, dan Tumbang Samui. Sebanyak 433 KK (1.310 jiwa) terdampak, dengan 286 unit rumah dan satu fasilitas umum yang rusak.
3. Kabupaten Kapuas: Banjir terjadi di Desa Bukit Batu, Kecamatan Mantangai, dengan ketinggian muka air mencapai 50 cm. Kejadian banjir berlangsung dari 5 hingga 6 Maret 2025.
4. Kabupaten Katingan: Banjir yang terjadi sejak 3 hingga 6 Maret 2025 menggenangi 2.526 unit rumah dan 9 fasilitas umum. Sebanyak 5.611 KK (12.962 jiwa) terdampak, dengan ketinggian muka air mencapai 50 cm di wilayah Kecamatan Katingan Tengah dan Kecamatan Pulau Malan.
BPBD Kabupaten/Kota diharapkan untuk terus melaporkan perkembangan bencana dan langkah penanganan yang dilakukan kepada Pusdalops PB Provinsi Kalimantan Tengah.
Anton Budiono dari BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya mengungkapkan bahwa dalam seminggu ke depan, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih berpotensi mengalami curah hujan dengan intensitas sedang. Oleh karena itu, BMKG meminta BPBD untuk terus menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat di tingkat desa dan kelurahan guna mengantisipasi dampak lebih lanjut.
Masyarakat di wilayah terdampak banjir diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna memastikan keselamatan dan keamanan selama masa darurat ini.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post