SAMPIT – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur (Kotim) Marjuki mengapresiasi salah satu perguruan tinggi di Kotim yang terlibat bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur untuk melaksanakan 3 kegiatan Lomba Festival Kreatif Hijau 2025 yakni Karya Desain Poster, Videografi dan Fashion.
“Kegiatan Lomba Festival Kreatif Hijau 2025 Jaga Bumi dengan Karya Desain Poster, Videografi, dan Fashion merupakan salah satu dari kegiatan Pendampingan Gerakan Peduli Lingkungan Hidup, Program Peningkatan Pendidikan, Pelatihan, dan Penyuluhan Lingkungan Hidup,” ujarnya, Minggu 9 Maret 2025.
Yaitu kata Marjuki, untuk masyarakat yang pembiayaannya bersumber dari Dana Bagi Hasil-Dana Reboisasi (DBH-DR) Tahun Anggaran 2025. “Sehingga walaupun dengan keterbatasan anggaran, dimana Dinas Lingkungan Hidup hanya dapat mengakomodir pemberian penghargaan atau hadiah, dengan adanya kerjasama, kita dapat saling melengkapi dalam melaksanakan kegiatan edukasi publik seperti saat ini,”ungkapnya.
Menurut Marjuki, kegiatan penting selain mempererat tali silaturahmi, juga untuk secara bersama-sama dapat mewujudkan aksi penerapan perilaku ramah lingkungan hidup oleh masyarakat serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup Kabupaten Kotim. “Dari Lomba Festival Kreatif Hijau 2025 yang diikuti oleh 50 orang peserta perwakilan sekolah dan masyarakat umum ini kedepannya diharap mampu mengedukasi masyarakat untuk pentingnya melakukan tindakan nyata mengelola sampah secara 3R (Reduce, Reuse, Recycle),” bebernya.
Dirinya juga mengajak masyarakat untuk turut peduli lingkungan dan memotivasi generasi muda untuk pengembangan minat, kreativitas dan kemampuan berfikir dan bernalar untuk berkarya dalam mengelola lingkungan hidup. “Terutama untuk pengelolaan sampah, seperti kita ketahui, saat ini Kotim sedang berada pada tantangan besar dalam pengelolaan sampah,”tegasnya.
Yakni, kurangnya infrastruktur persampahan yang memadai diperparah lagi dengan kurangnya kesadaran masyarakat serta budaya membuang sampah sembarangan membuat sampah kita menumpuk dan tak terkelola dengan baik. “Dan melalui Festival Kreatif Hijau 2025 ini, diharapkan masyarakat dapat turut serta dalam penanganan sampah dan secara bertahap mampu mengelola sampah dari sumbernya sehingga tidak terjebak dalam paradigma lama pengelolaan sampah yaitu kumpul angkut buang,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post