PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng kembali mengadakan Rapat Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Pekebun untuk periode II bulan Februari 2025. Penetapan harga ini berlaku untuk tanggal 16 hingga 28 Februari 2025.
Dalam rapat tersebut, telah ditetapkan harga Minyak Sawit (CPO) sebesar Rp15.067,76, yang mengalami kenaikan sebesar Rp965,66, dan harga Inti Sawit (PK) sebesar Rp10.881,36, naik Rp420,50 dibandingkan dengan periode sebelumnya. Namun, indeks “K” tetap menggunakan periode I, yakni 91,07%.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng, H. Rizky Ramadhana Badjuri, berharap agar dengan ditetapkannya harga TBS ini, para petani mitra dapat menerima pembayaran yang wajar. “Pihak perusahaan diharapkan dapat menerapkan harga ini secara menyeluruh di seluruh kabupaten se-Kalteng,” ujarnya, Jumat 7 Maret 2025.
Rizky juga menegaskan komitmen Dinas Perkebunan untuk terus memperkuat sinergi antara pelaku industri dan petani guna menjaga stabilitas harga TBS. Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (Lohsar), Achmad Sugianor, yang memimpin rapat, menyatakan bahwa pada periode II ini harga TBS Kelapa Sawit Kalteng mengalami kenaikan pada semua umur tanaman. “
“Naiknya harga TBS ini patut kita syukuri bersama, karena harga yang kita tetapkan ini merupakan dasar bagi pabrik kelapa sawit (PKS) dalam melakukan pembayaran harga TBS milik petani mitranya,” jelas Achmad. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh tim Pokja Penetapan Harga, harga TBS kelapa sawit produksi pekebun mitra untuk periode II bulan Februari 2025 adalah sebagai berikut:
– Umur 3 tahun: Rp2.585,48
– Umur 4 tahun: Rp2.822,41
– Umur 5 tahun: Rp3.089,70
– Umur 6 tahun: Rp3.138,49
– Umur 7 tahun: Rp3.201,20
– Umur 8 tahun: Rp3.342,50
– Umur 9 tahun: Rp3.430,94
– Umur 10-20 tahun: Rp3.536,09
Dengan adanya penetapan harga ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi para petani kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Tengah.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post