PALANGKA RAYA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Terpumpun dengan tema Busana Jagau Nyai Kalimantan Tengah di Aula Disbudpar Kalteng. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai peserta, termasuk pengamat budaya, Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah, tokoh masyarakat, serta perancang busana dari Kalteng.
Kepala Disbudpar Kalteng, Adiah Chandra Sari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan saran terkait pakem busana adat Kalimantan Tengah, yang nantinya akan diangkat menjadi busana resmi Jagau Nyai Kalteng. “Busana ini diharapkan menjadi identitas bagi para duta pariwisata dan budaya Kalimantan Tengah,” ujar Adiah, Rabu 26 Februari 2025.
Lebih lanjut, Adiah menjelaskan bahwa dengan adanya panduan yang jelas, seluruh pihak yang terlibat dalam proses ini dapat memahami mekanisme, kriteria penilaian, serta tahapan seleksi yang harus dilalui oleh setiap peserta. Setelah kesepakatan mengenai pakem busana Jagau Nyai tercapai, petunjuk teknis (juknis) akan segera disusun dan disampaikan kepada Kabupaten/Kota di Kalteng.
Pada kesempatan tersebut, Linda Nisida Nahson Taway, pengamat budaya sekaligus tokoh masyarakat Kalimantan Tengah, menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai pakem busana baju adat untuk menjaga keseragaman busana Jagau Nyai, serta mempertahankan ciri khas budaya Kalimantan Tengah.
“Mengetahui pakem ini sangat penting untuk memastikan busana Jagau dan Nyai tetap mencerminkan budaya Kalimantan Tengah,” ungkapnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), salah satu festival budaya terbesar di Kalimantan Tengah. Pemilihan Jagau Nyai Kalimantan Tengah diharapkan dapat semakin memperkenalkan budaya dan pariwisata provinsi ini ke tingkat yang lebih luas.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post