PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah berupaya untuk meningkatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang diproyeksikan menurun pada tahun 2025. Penurunan DBH Sawit ini tentu berdampak signifikan terhadap pembangunan di daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Tambun Bungai.
Plt Sekretaris Daerah Kalteng, Katma F Dirun, menekankan pentingnya penyamaan persepsi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam meningkatkan DBH Sawit, terutama menjelang tahun-tahun mendatang. “Penting untuk melanjutkan kebijakan yang sudah baik dari kepala daerah sebelumnya agar perkembangan di sektor ini bisa terus berlanjut,” ujar Katma, Kamis 20 Februari 2025
Katma juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait penurunan DBH Sawit 2025 yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun sudah ada upaya komunikasi, hingga saat ini belum ada tanggapan yang jelas dari pihak pemerintah pusat.
“Kami akan segera mengirimkan surat resmi untuk meminta klarifikasi lebih lanjut,” imbuhnya. DBH Sawit merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang berasal dari transfer negara, khususnya dari bea keluar dan pungutan ekspor kelapa sawit, minyak kelapa sawit mentah, serta produk turunannya. Penurunan DBH Sawit ini diharapkan dapat segera ditangani agar tidak menghambat pembangunan di Kalteng.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post