PALANGKA RAYA – Kepala Pelaksana BPBPK Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengungkapkan perkembangan terkini terkait bencana banjir yang melanda enam kabupaten di provinsi tersebut, yakni Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Murung Raya, Gunung Mas, dan Kotawaringin Timur.
Dua kabupaten, Kapuas dan Barito Selatan, masih terendam banjir dan belum surut, sementara empat kabupaten lainnya, yakni Gunung Mas, Kotawaringin Timur, Murung Raya, dan Pulang Pisau, telah mengalami surut. Bencana ini berdampak pada delapan kecamatan, sekitar 18 desa dan kelurahan, serta 4.221 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 10.476 jiwa.
“Hingga saat ini, dua kabupaten yang masih terdampak banjir, Kapuas dan Barito Selatan, belum menetapkan status tanggap darurat,” ujarnya, Jumat (31/1).
Selain itu, Toyib juga melaporkan adanya bencana tanah longsor di Kabupaten Gunung Mas dan Pulang Pisau. Tanah longsor di Gunung Mas mengakibatkan dua korban jiwa yang hingga kini masih dalam pencarian, sementara di Pulang Pisau tidak ada korban jiwa.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, mengimbau kepada seluruh penjabat bupati untuk segera mengambil langkah responsif dalam menangani dampak bencana.
“Segera bantu masyarakat yang terdampak banjir, gunakan APBD kabupaten/kota, dan libatkan unsur Forkopimda,” tegasnya.
Gubernur memastikan bahwa seluruh masyarakat yang terdampak bencana akan mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhan.
Gubernur Sugianto juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, yang menyatakan adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung akibat fenomena La Nina Lemah.
“Pada periode 31 Januari hingga 3 Februari 2025, cuaca di Kalimantan Tengah diperkirakan akan mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” tambahnya.
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, Gubernur menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota bersama TNI, Polri, dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama dalam hal personel, peralatan, sembako, dan obat-obatan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memantau kondisi cuaca dan dampak bencana untuk memastikan bantuan dan langkah-langkah penanggulangan dapat segera diambil.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post