PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar pelatihan penggunaan Mobil ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) di Aula Rapat BPBPK Kalteng. Pelatihan ini diikuti oleh tim Data Pusdalops BPBPK Kalteng dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengoperasikan alat yang ada di dalam mobil ISPU.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBPK Kalteng, Alpius Patanan, menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk memastikan personel dapat mengoperasikan mobil ISPU dengan baik dan sesuai prosedur.
“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, pemahaman personel tentang cara penggunaan mobil ISPU akan semakin meningkat, sehingga dapat digunakan secara optimal dalam berbagai situasi,” ujar Alpius,” ujarnya, saat dikonfirmasi Selasa (24/12).
Alpius juga menjelaskan bahwa pelatihan ini dilakukan oleh PT. Cakrawala Bima Instrument, selaku perancang mobil ISPU. Fungsi utama dari mobil ini adalah untuk memantau kualitas udara, terutama dalam situasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) atau polusi udara lainnya.
“Mobil ISPU ini sangat membantu kami dalam mengecek kualitas udara secara real-time, sehingga bisa segera mengambil tindakan yang tepat,” imbuh Alpius.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib, menambahkan bahwa keberadaan mobil ISPU akan sangat berguna dalam memantau kualitas udara di Kalimantan Tengah.
“Dengan adanya alat ini, masyarakat dapat mengetahui kualitas udara setiap saat, yang sangat penting untuk kesehatan dan keselamatan mereka,” ujar Toyib.
Lebih lanjut, Toyib berharap, dengan adanya informasi terkait kualitas udara, masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah antisipatif untuk melindungi diri dari dampak buruk kualitas udara yang buruk.
“Kami berharap mobil ISPU ini bisa memberikan manfaat besar dalam upaya pencegahan dan mitigasi bencana, terutama yang berkaitan dengan kualitas udara di Kalimantan Tengah,” tutup Toyib.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya BPBPK Kalteng untuk memperkuat sistem mitigasi bencana, serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post