PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Edy Pratowo, menekankan pentingnya literasi dan edukasi keuangan sebagai perlindungan konsumen utama.
“Peningkatan literasi keuangan perlu diimbangi dengan peningkatan inklusi keuangan melalui akses masyarakat terhadap lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan,” ujar wagub, Jumat 23 Agustus 2024.
Untuk mewujudkan tujuan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) meluncurkan inisiatif GENCARKAN dengan tema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Inisiatif ini bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara masif dan merata di seluruh Indonesia.
Edy Pratowo menambahkan, inklusi keuangan berperan penting dalam pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan, dan perkembangan ekonomi menyeluruh.
“Literasi keuangan yang baik memungkinkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan,” ujarnya sembari menekankan bahwa literasi keuangan juga dapat membantu menekan kejahatan keuangan digital seperti pinjaman online ilegal dan judi online.
Kabag Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK) OJK Provinsi Kalimantan Tengah, M. Fajar Purnama, menyatakan bahwa GENCARKAN adalah gerakan nasional yang melibatkan semua pemangku kepentingan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan.
“Data statistik menunjukkan bahwa belum semua pelajar di Kalimantan Tengah memiliki akses ke lembaga jasa keuangan, khususnya produk tabungan,” katanya. Fajar Purnama berharap kegiatan literasi keuangan yang serentak ini akan memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan pemahaman pelajar tentang keuangan.
Dia juga berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara pihak sekolah dan Bank Kalteng untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai sektor jasa keuangan, sehingga mereka lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan terhindar dari aktivitas keuangan ilegal.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post